PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company

23 Juni 2015 - 11:32:46 | Unit Kerja : | by : | views : 794

Harga Minyak Sawit Terkoreksi

JAKARTA. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) terkoreksi. Maklum, lonjakan permintaan minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan bulan puasa sudah berakhir. Sementara ancaman El Nino tak mampu mengerek harga.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/6) pukul 16.00 WIB, harga minyak sawit kontrak pengiriman September 2015 di bursa Malaysia Derivative Exchange senilai RM 2.230 per metrik ton, turun 0,31% dari akhir pekan lalu. Selama sepekan, harga merosot 1,58%.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures, menjelaskan, harga CPO masih bergerak konsolidasi. Penyebab pertama, harga minyak kedelai  terkoreksi. Sebagai barang substitusi, penurunan harga minyak kedelai turut menyeret harga CPO.

Kedua, aksi negara-negara pengimpor CPO yang menimbun stok untuk persiapan menjelang Ramadan sudah berlalu. Alhasil, harga CPO yang sempat menanjak ke RM 2.341 pada 5 Juni 2015 akhirnya kembali stabil.

Lonjakan permintaan menjelang bulan puasa terlihat dari laporan Malaysia Palm Oil Board (MPOB) yang menyebut pengiriman CPO per Mei 2015 melesat 37%. Ekspor 1-20 Juni 2015 juga menguat 0,4% secara month to month menjadi 1,07 juta ton.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar menjelaskan, penguatan ringgit Malaysia turut melemahkan harga CPO. Mengacu Bloomberg, kemarin USD/MYR turun 0,25% ke 3,7340. "Orang menahan diri membeli minyak sawit karena mahal," tuturnya.

Ancaman El Nino yang dapat mengganggu produksi sawit kurang berpengaruh pada harga CPO. Sebab, persediaan minyak sawit dunia masih cukup tinggi. Ariana menilai, hingga akhir tahun harga minyak sawit rentan terkoreksi.

Kendati begitu, peluang penguatan harga tetap ada. Permintaan CPO biasanya meningkat di semester II, sebab, ada perayaan hari besar di negara-negara pengimpor CPO, seperti India dan China. Apalagi wacana  meningkatkan penggunaan biodiesel semakin marak.

Deddy memprediksi, harga CPO berkesempatan menguat di pengujung tahun. Sebab, ada larangan penggunaan minyak yang mengandung lemak trans di Amerika Serikat. Selain itu, pekerja perkebunan umumnya libur selama bulan Ramadan, sehingga dapat mengganggu produksi CPO.

Secara teknikal Deddy mengatakan harga CPO bergerak di atas moving average (MA) 50, 100 dan 200. Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih di area positif 13. Sedangkan relative strength index (RSI) turun ke 46. Stochastic terkoreksi ke area 3.

Deddy menebak, harga minyak sawit Selasa (23/6) akan menguat ke RM 2.200-RM 2.275. Sepekan, harga bergerak di rentang RM 2.250-RM 2.310. Sebaliknya, Ariana memprediksi, harga sepekan ke depan di RM 2.185-RM 2.277 per metrik ton. 

http://investasi.kontan.co.id/news/harga-minyak-sawit-terkoreksi



Berita : Terkait