PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id

03 February 2016 - 08:31:49 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : marihot | views : 745

Prancis Tambah Pajak CPO, Ini Tanggapan BPDP Kelapa Sawit

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana pemerintah Prancis untuk menerapkan pajak tambahan produk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya dianggap diskriminatif terhadap produk sawit Indonesia dan menyalahi kesepakatan internasional yang diikuti oleh kedua belah pihak.

Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi mengatakan argumentasi yang diterapkan oleh pemerintah Perancis untuk menerapkan tambahan pajak tersebut tidak tepat.

“Kita tidak melihat semata-mata dari produk kita yang dirugikan dengan tindakan ini, tetapi bahwa ini suatu langkah yang diskriminatif dan tidak fair, itu yang kita tekankan,” kata Bayu kantor Menko Maritim, Selasa (2/2/2016).

Kendati masih dalam proses usulan tahap pertama dan masih akan dibahas di Parlemen Prancis, Indonesia akan terus melakukan pendekatan dengan negara-negara produsen sawit lainnya seperti Malaysia dan produsen di Afrika, untuk bersama-sama menyatakan keberatan dan ketidaksetujuan atas rencana penambahan pajak ini.

Bayu menyebutkan, akan ada delegasi Indonesia yang akan berangkan ke Perancis dan Brussel, karena berkaitan dengan Uni Eropa untuk menyiapkan langkah diplomasi maupun legal. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat melakukan counter measure, yang kiranya sepadan dengan apa yang dilakukan oleh Prancis.

Dari segi ekspor, lanjutnya, volume pengapalan minyak sawit ke Prancis secara langsung sebenarnya terbilang cukup kecil. Volume ekspor sawit Indonesia ke dunia berkisar antara 21 juta ton – 22 juta ton, sedangkan ke Uni Eropa sekitar 3,4 juta ton – 4 juta ton. Ekspor ke Perancis secara langsung berkisar antar 50.000 ton – 150.000 ton.

“Buat kita sebenarnya bukan besr kecilnya, sama sekali tidak ada hubungan dengan besar kecilnya. Tetapi perlakuan yang tidak adil. Jadi saya pikir Perancis dan Indonesia adalah negara yang memiliki hubungan baik. Dan mereka tahu ini produk yang penting bagi Indonesia,” ujar Bayu.

Selain itu, industri yang berbasis sawit di Eropa maupun Perancis sendiri juga menciptakan kesempatan kerja yang besar juga menciptakan penerimaan pajak bagi negara tersebut.

Sampai dengan saat ini Indonesia bersepakat dengan UE untuk mengekspor 100% minyak sawit berkelanjutan (sustainable palm oil). Pajak yang demikian besar akan menghambat ekspor sawit.

Sementara itu, jika produksi minyak sawit dihentikan, maka harus diproduksi minyak nabati lain yang luas perkebunannya mesti lima hingga sepuluh kali lebih luas dari perkebunan minyak sawit, sehingga akan berdampak lebih buruk dan ekstensif pada lingkungan.

http://industri.bisnis.com/read/20160203/99/515585/prancis-tambah-pajak-cpo-ini-tanggapan-bpdp-kelapa-sawit



Berita : Terkait