PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company

28 Juni 2016 - 11:04:11 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : marihot | views : 1254

Kerek Harga Dengan Inpres Wajib Karet Lokal

JAKARTA. Harga karet di pasar dunia terus merosot dalam sebulan terakhir. Saat ini, harga karet sudah berada di kisaran rata-rata US$ 1,3 per kilogram (kg).  

Harga tersebut jauh lebih rendah daripada harga tertinggi perdagangan karet pada tahun 2011 sebesar US$ 5,5 per kg. Idealnya, harga karet berada di kisaran US$ 2 per kg. Atau minimal di tingkat petani seharga Rp 12.000 per kg, saat ini harga karet ditingkat petani sudah berada di kisaran Rp 5.000 per kg.

Untuk mengantisipasi harga karet terus merosot, Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan instruksi presiden (Inpres) yang isinya mewajibkan penyerapan karet dalam negeri untuk keperluan infrastruktur.

Bila hal itu terjadi, maka akan terbuka pasar baru bagi produsen karet di luar pasar selama ini di sektor ban, alat medis dan sarung tangan.

Ketua Umum Gapkindo Moenardji Soedargo mengatakan permintaan agar pemerintah mengeluarkan Inpres telah disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir pekan lalu. Sejauh ini, pemerintah belum mengambil tindakan nyata untuk mendorong kenaikan harga karet.

Namun, Moenerdji bilang, Presiden Jokowi memahami kondisi industri karet dalam negeri saat ini. "Menurut persepsi kami, pemerintah paham dan rasanya sejalan, karena semangatnya membantu menciptakan fundamental harga untuk karet," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (26/6).

Moenardji menjelaskan, bila inpres penyerapan karet sudah terbit, maka penyerapan karet pada berbagai proyek infrastruktur akan dilaksanakan dan pasar akan mencerna secara positif bahwa ternyata karet alam punya sektor pengguna baru yang mampu mengerek harga.

"Apabila pemakaian karet pada sektor infrastruktur tersebut didukung inpres, pemerintah daerah pun akan ikut menyerap karet," harap Moenardji.

Lukman Zakaria, Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkrindo) mengatakan selama ini pemerintah tidak menjalankan komitmennya menyerap karet dalam negeri untuk infrastruktur.

Dia bilang, seharusnya harga karet tidak jatuh kalau pemerintah meningkatkan penyerapan karet dalam negeri.

Namun yang terjadi justru pemerintah masih mengandalkan ekspor, maka harga karet rentan dipermainkan spekulan global.

Akibat ketidaktegasan pemerintah, petani karet menjadi pihak yang paling dirugikan.

http://industri.kontan.co.id/news/kerek-harga-dengan-inpres-wajib-karet-lokal



Berita : Terkait