PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Petani kelapa sawit

31 Oktober 2016 - 07:30:10 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 658

MUBA Dorong Produksi Petani, Tapi Juga Ramah Lingkungan

Berita Utama | 31 October 2016 , 06:56 WIB | Read : 11 | Administrator
img

INFO SAWIT, JAKARTA - Petani saat ini kerap menjadi perhatian, utamanya di sektor komoditas kelapa sawit. Ini lantaran pengelola kebun sawit hampir separuhnya dilakukan oleh petani. Hanya saja sayangnya sebagian petani ini kurang beruntung lantaran pendapatan rendah imbas dari hasil kebun sawitnya yang tidak maksimal. Kondisi ini ditengarai banyak petani sawit yang masih kurang paham berbudidaya kelapa sawit, apalagi praktik budidaya kelapa sawit ramah lingkungan.

Dengan sederet kelemahan yang dimiliki petani, telah mendorong pemerintah Kabupatan Musi Banyuasin, berupaya meningkatkan pemahaman berbudidaya kelapa sawit secara ramah lingkungan, yang sekaigus dalam upaya menggenjot penghasilan.

Asisten 2 Kabupaten Musi Banyuasin, Zakaria mengatakan, upaya meningkatkan pendapatan petani ini menjadi prioritas utama, dengan mencari solusi dan terus melakukan diskusi dengan petani. Di Musi Banyuasin tutur Zakaria, pihaknya sedang mendorong kebun sawit milik petani bisa segera dilakukan peremajaan (replanting), cara demikian menjadi salah satu solusi kebun sawit yang belum memiliki kualitas buah yang baik menjadi kebun sawit dengan prospek yang menjanjikan.

Dengan meningkatnya mutu buah dari perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani, mendorong pendapatan petani meningkat, termasuk menerapkan sertifikasi praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan. “Kenapa penghasilan petani masih rendah, itu lantaran mutu buah sawitnya masih rendah. Jadi kedepan ini memang salah satu jalan adalahmeningkatkan mutu buah sawit milik petani. Dengan peningkatan mutu, lewat pelatihan dan bimbingan, diharapkan buah sawit petani itu memiliki mutu yang bisa bersaing,” kata Zakaria.

Nah, untuk masalah peningkatan mutu yang salah satunya dilakukan dengan cara peremajaan, dalam praktinya Zakaria memastikan bakal tetap memerhatikan aspek lingkungan, serta berpatokan pada Tata Ruang Wilayah Kabupaten. “Tata ruang kita sebetulnya sudah ada, kita disini selalu mengacu pada tata ruang termasuk untuk menjaga lingkungan, supaya lingkungan tidak menjadi rusak,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta. (T2)



Berita : Terkait