PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Kebun Kelapa Sawit

22 Desember 2016 - 08:45:30 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 364

PTPN III TUNGGU DANA RP 6 TRILIUN, UNTUK PERBAIKAN KINERJA

Berita Lintas | 22 December 2016 | Administrator img
 
INFO SAWIT, JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) Holding mempunyai beberapa program untuk peningkatan kinerja di tahun 2017. Program peningkatan kinerja antara lain rehabilitasi dan peningkatan produktivitas tanaman, perbaikan kinerja dan kapasitas pabrik, serta investasi tanaman dan nontanaman.
 
Pasalnya, sampai dengan Juni 2016 total hutang PTPN kepada pihak perbankan mencapai Rp 33,24 triliun. Dari total tersebut beberapa anak perusahaan PTPN III akan terus mengalami kerugian dan jika tidak segera dilakukan penanganan maka berpotensi terjadi default.
 
Sebagian dari pabrik yang dioperasikan PTPN pun masih banyak yang tidak efisien serta produktivitasnya kalah jika dibandingkan dengan swasta nasional. Contohnya kelapa sawit, perolehan produktivitas PTPN tahun 2015 rata-rata hanya 18,20 ton TBS/ha, sementara pihak swasta mencapai 24-25 ton TBS/ha. Untuk itu perusahaan induk PTPN yang membawahi 14 PTPN terus melakukan program peningkatan kinerja PTPN.
 
Yang akan dilakukan oleh PTPN III sebagai holding yakni meningkatkan produktivitas empat komoditas yaitu kelapa sawit, karet, gula, dan teh. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan proses pemupukan rutin, penambahan jumlah penyadap karet, dan lainnya.
 
Perusahaan ini juga akan melakukan penguatan strategi pemasaran, implementasi TI terintegrasi, entreprise resources planning, dan e-procurement terintegrasi. “Selama 2016 program transformasi PTPN III Holding sudah berjalan sesuai jalur. Kami yakin peningkatan kinerja akan berlanjut di 2017 karena selama periode Oktober sampai dengan Desember 2016 sudah membukukan laba tiap bulannya” jelas Dirut PTPN III (Persero) Holding, Elia Massa Manik seperti tulis swa.co.id.
 
Untuk mendukung program tersebut, PTPN membutuhkan total dana sekitar Rp 6 triliun . Ia berharap dengan adanya dana segar bisa mengejar ketertinggalan produktivitas dalam tempo 3-4 tahun. (T2)



Berita : Terkait