PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Petani sawit

27 Desember 2016 - 07:50:42 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 767

Harga Sawit dan Karet di Sumut Diprediksi Membaik

Berita Lintas | 26 December 2016 | Administratorimg
 
INFO SAWIT, MEDAN - Petani pantas bersumringah di akhir tahun 2016. Pasalnya, harga komoditas unggulan Sumatera Utara (Sumut) khususnya minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan karet diperkirakan akan "bersinar". Pada tahun ini, harga CPO sempat menyentuh level RM 3.268 per ton. Ini merupakan angka tertinggi selama empat tahun terakhir. Kenaikan paling signifikan terjadi disaat menjelang akhir tahun 2016.
 
Padahal harga CPO sejak tahun 2012 terus mengalami penurunan hingga mencetak level terendah RM 1.800 ringgit di tahun 2015 lalu. "Kebangkitan harga komoditas unggulan Sumut akhir tahun menunjukkan adanya ekspektasi positif terkait kemungkinan membaiknya harga CPO di tahun depan," kata pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, belum lama ini seperti dilansir MedanBisnis.
 
Harga CPO di tahun depan memang akan berfluktuasi dalam rentang waktu tertentu. Karena sejauh ini, kenaikan CPO banyak dipengaruhi oleh masalah cuaca yang kurang menentu. Begitupun, ada optimisme harga CPO di tahun depan masih berpeluang merealisasikan angka tertinggi baru dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun terkahir sebelumnya. Bagi petani perkebunan di wilayah Sumut, kata Gunawan, mereka akan menatap tahun 2017 sebagai tahun yang lebih baik. Optimisme seperti itu cukup berasalan saat ini.
 
Tidak hanya sawit, setelah terpuruk untuk waktu yang cukup lama, harga karet diperkirakan juga akan mengalami kenaikan tahun depan. Harga karet yang di awal tahun bertengger dalam rentang 150 Yen hingga 170 Yen per kg, akhirnya naik dikisaran 270 Yen menjelang akhir tahun ini.
 
Untuk harga karet, kenaikannya sangat fundamental. Akhir tahun 2016 bagaikan tonggak kenaikan harga karet dalam jangka panjang. Optimisme ini tidak berlebihan, mengingat ada semacam peluang dimana karet akan mengalami kenaikan permintaan seiring dengan program kerja Donald Trump yang akan menggiring konsumsi domestik di Amerika Serikat (AS).
 
Belum lagi berbicara mengenai tren kenaikan harga minyak mentah yang menggiring permintaan karet. "Jadi petani di Sumut bisa bersyukur dan kita harapkan bisa memulihkan daya beli petani karet kita yang telah lama terpuruk," kata Gunawan. (T2)



Berita : Terkait