PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Kebun Kelapa Sawit

04 Januari 2017 - 13:59:11 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 647

Ini Cara Hemat Mengelola Kebun Sawit

Berita Utama | 04 January 2017 | Administrator
img

INFO SAWIT, JAKARTA - Berhemat mesti dilakukan terlebih perekonomian nasional masih diliputi ketidakpastian. Untuk harga TBS tercatat adakalanya membaik, adakalanya melorot. Sebab itu, butuh strategi penghematan supaya usaha perkebunan kelapa sawit bisa lebih sustainable.

Hemat hendaknya dipahami bahwa barang yang hendak dibeli adalah suatu kebutuhan, bukan suatu keinginan. Membeli barang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan dilakukan secara proporsional, misalnya, pembelian pupuk dan bahan kimia, jangan sampai berlebihan.

Yang jelas, penghematan harus ditafsirkan sebagai efisensi biaya, bukan pemotongan biaya. Dengan kata lain, boleh-boleh saja  mengeluarkan uang, asalkan memberikan manfaat. Dan tidak perlu sampai memotong semua pengeluaran, atau malah menjadi pelit, karena pada gilirannya, akan menimbulkan masalah baru (operasional kebun terhambat).

Dalam praktik bisnis modern, kelirulah melakukan pengeluaran terlalu besar dan terlalu banyak meminjam untuk memuaskan kesombongan seseorang. Kehancuran kebun akan terjadi kalau kerugian besar yang terjadi tidak bisa diatasi.

Berhemat dapat dilakukan pada saat membeli barang untuk operasional kebun, juga dilakukan dengan menekan biaya tetap, mengendalikan semua pengeluaran, memulai usaha perkebunan dengan sederhana, dan menyerdanakan administrasi.

Berhemat Membeli Barang untuk Operasional

Berhemat dapat dilakukan pada saat membeli barang untuk operasional kebun. Misalnya, jangan langsung membeli barang berdasarkan harga pertama yang ditawarkan. Coba tawar lagi dan  bandingkan barang itu di tempat lain. Mungkin barang yang sama bisa didapatkan harga yang lebih murah.

Lantas, dalam setiap pembelian, coba tanyakan kemungkinan untuk memakai barang pengganti. Kalau ada, mengapa harus memakai barang yang lebih mahal dengan kualitas yang tidak jauh beda.

Diperlukan untuk memilah-milah barang antara yang perlu dan tidak perlu (membeli barang berdasarkan skala perioritas) dan pahami penggunaan setiap jenis barang.

Membeli barang hendaknya dilakukan  kalau dapat meningkatkan produksi atau mengurangi biaya. Misalnya, membeli truk pengangkutan TBS, pemasangan jaringan PLN untuk menghindari pemakaian genset, mempertimbangkan membeli kendaraan atau alat berat dari pada menyewa.

Hati-hati ketika membeli. Barang murah biasanya bukanlah barang bermutu. Orang yang sangat ingin menjual, belum tentu mempunyai barang asli. Saat memilih barang, orang harus teliti memeriksanya dan tidak memesan begitu saja, kalau tidak ingin mendapat kerugian. Sama halnya saat menerima kiriman barang, perlu seteliti mungkin memeriksanya.

Menekan Biaya Tetap

Pada umumnya biaya kebun terdiri dari dua bagian, yaitu biaya variable (biaya tidak tetap) dan biaya tetap (fixed cost). Besarnya biaya variable secara totalitas akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan volume produksi. Yang termasuk golongan biaya variable pada umumnya adalah bahan penolong dan spare part mentah, upah buruh langsung (direct labor). (Maruli Pardamean/penulis buku, praktisi perkebunan)



Berita : Terkait