PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
RSPO

12 Januari 2017 - 07:44:10 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 270

5 Capaian RSPO dalam Mendorong Praktik Berkelanjutan

Berita Lintas | 12 January 2017 | Administrator
img

INFO SAWIT, JAKARTA – Sebagai salah satu lembaga yang fokus pada isu praktik berkelanjutan di perkebunan kelapa sawit di dunia, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) telah melakukan berbagai upaya guna terwujudnya pasar minyak sawit berkelanjutan sebagai norma.

Kendati berbagai kritikan tetap muncul terhadap lembaga nirlaba multi stakeholder itu, namun RSPO, setelah lebih dari satu dasawarsa, mampu menunjukkan kinerja yang semakin membaik. Merujuk informasi yang didapat Info SAWIT dari RSPO, berikut capaian RSPO hingga saat ini dalam memastikan 3 pilar keberlanjutan, People, Planet dan Profit.

Pertama, sampai 30 Juni 2016, total luasan areal Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value) yang tidak dibudidayakan (atau tidak dibuka untuk perkebunan kelapa sawit) yang berada di dalam konsesi bersertifikat RSPO adalah sebesar 157.115 hektar, atau meningkat 9% dibandingkan periode pelaporan sebelumnya. Areal yang merupakan hutan dan lahan masyarakat adat dengan luasan sama dengan 200.000 lebih lapangan sepak bola tersebut, kini telah dipertahankan untuk tujuan konservasi.

Kedua, setidaknya 40 pekebun anggota RSPO secara bertahap menghentikan penggunaan Paraquat, dan setidaknya, 33 pekebun juga memiliki kebijakan untuk melarang, atau sudah secara bertahap menghentikan penggunaan pestisida dengan kategori WHO 1a dan 1b.

Keempat, terkait resolusi pengaduan. Dari 63 kasus pengaduan yang masuk sejak 2009, 41 di antaranya telah ditutup atau ditutup untuk pengawasan. Kelima, semenjak tahun 2013, RSPO telah menjalankan program dukungan pendanaan untuk petani (RSPO Smallholder Support Fund / RSSF) guna meningkatkan akses petani terhadap sertifikasi RSPO, mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan dan peningkatan produksi Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat (Certified Sustainable Palm Oil / CSPO). Dalam periode pelaporan terakhir, sertifikat RSPO telah diberikan kepada 109.415 petani (individu dan plasma).

Kelima capaian itu terangkum dalam Laporan Dampak RSPO 2016. Laporan ini mengidentifikasi kontribusi dan kesempatan RSPO untuk mendukung 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) yang diluncurkan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2015. RSPO, melalui aksinya, turut mendukung lima SDGs: Peniadaan Kelaparan, Air Bersih dan Sanitasi, Kerja Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, dan Kehidupan di Darat.

Laporan ini juga memuat data dari beberapa industri yang telah berkomitmen untuk 100% CSPO di banyak negara di Eropa, dan ketika periode pelaporan, Jerman, Perancis, Belanda dan Inggris telah membuat kemajuan yang signifikan dalam mencapai target masing-masing.

“RSPO menyadari bahwa budidaya kelapa sawit telah dikaitkan sebagai salah satu penyebab utama deforestasi di seluruh dunia. Namun, dengan penilaian wajib yang menjadi bagian dari Prosedur Penanaman Baru RSPO, anggota kami telah mampu meningkatkan areal HCV yang teridentifikasi. Praktik ini diharapkan dapat menyetop hilangnya hutan yang sangat luar biasa penting karena nilai lingkungan, sosial-ekonomi, budaya, keanekaragaman hayati dan tata wilayah” ujar CEO RSPO, Darrel Webber.

Darrel juga menuturkan, prioritas yang paling penting dalam sektor minyak kelapa sawit yang berkelanjutan adalah terus membantu pemerintah dan kebijakan global untuk menyeimbangkan antara kebutuhan untuk pembangunan dan perlindungan lingkungan global.

Sekadar informasi, untuk memperkuat keterlibatan global dengan konsumen dan produsen pasar terbesar, tahun lalu RSPO telah mendirikan kantor-kantor tambahan di Tiongkok dan Amerika Latin dan sekarang memiliki perwakilan di India, Thailand dan Amerika Serikat. (T2)



Berita : Terkait