PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Biodiesel

13 Januari 2017 - 08:07:09 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 420

Kebijakan Biodiesel Salah Satu Faktor Dongkrak Harga CPO

Berita Lintas | 13 January 2017 | Administrator
img

INFO SAWIT, NUS DUA - Kendati para analis harga, tidak ada yang menghubungkan adanya kaitan antara harga CPO dengan kebijakan Pemerintah Indonesia, namun nampaknya, keyakinan pemerintah dan produsen minyak sawit, akan adanya penguatan harga terus terjadi.

Seperti yang diungkapkan Mentan, Andi Amran Sulaiman dan Ketua Umum, Joko Supriyanto. Mereka bersepakat adanya perbaikan harga tatkala ditetapkannya CSF sebagai usaha internal industri menyubsidi biodiesel. Melalui pengumpulan dana yang dikelola BPDP KS, maka pasokan bahan baku biodiesel dapat lancar dan harga jual mendapatkan subsidi dari BPDP KS.

Senada dengan itu, dikatakan pula oleh Dirut BPDP KS, Bayu Krisnamurthi yang mendukung upaya industri sawit dalam mengembangkan biodiesel sebagai bahan bakar nabati terbarukan.  

Merujuk data didalam laporan BPDP-KS, sebesar 71% dana disalurkan untuk menyubsidi program biodiesel. Hingga Juni 2016 lalu, total subsidi yang diberikan mencapai Rp 6,52 Triliun. Besarnya subsidi yang diberikan kepada program biodiesel merupakan bagian dari program pemerintah akan bahan bakar nabati terbarukan yang dilaksanakan dari program B5 hingga B20.    

Demikian pula dengan dana yang berhasil dihimpun tahun 2015 lalu, sebesar Rp 6,9 Triliun. Telah digunakan untuk membayar subsidi biodiesel sebesar Rp 467,21 miliar, pengembangan riset sebesar Rp 10,25 miliar dan replanting kebun sawit petani sebesar Rp 623,5 juta.

“Pungutan CSF yang dilakukan sebesar US$ 50 per ton, mampu mendorong peningkatan harga jual CPO di masa depan,” ungkap Bayu kepada wartawan.

Program biodiesel hingga tahun 2020, diharapkan terus mendapat peningkatan serapan dari konsumen bahan bakar. Sebagai arsitek penggunaan biodiesel, ada dana subsidi internal yang dikelola BPDP KS, sehingga tidak akan menimbulkan fluktuasi harga yang terlalu tinggi.

Kedepan, program biodiesel akan terus ditingkatkan untuk diserap masyarakat lebih luas. Sehingga dengan memperluas pasar di luar Public Suplay Obligation (PSO), akan mampu menumbuhkan permintaan biodiesel hingga berlipat ganda. Secara langsung, juga akan berdampak terhadap penurunan impor migas berupa bahan bakar solar.

“Biodiesel akan mampu menjadi bagian dari ketahanan energi yang bersumber dari dalam negeri, sehingga memampukan bangsa kita untuk mengurangi impor bahan bakar dari petroleum based,”tukas Bayu menegaskan. (T1)



Berita : Terkait