PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Tbs

20 Januari 2017 - 08:08:16 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 578

Perdagangan 2016 Surplus, Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

Berita Lintas | 20 January 2017 | Administrator
img

INFO SAWIT, JAKARTA- Kinerja perdagangan Indonesia selama 2016 membaik dengan mencatatkan surplus US$ 8,8 miliar. Capaian surplus ini meningkat dari surplus 2015 yang senilai US$ 7,6 miliar dan tertinggi sejak lima tahun terakhir. Surplus Januari-Desember 2016 dihasilkan setelah kinerja perdagangan Desember 2016 mengalami surplus US$ 0,9 miliar yang disumbangkan dari surplus nonmigas Desember 2016 sebesar US$ 1,4 miliar.

Sementara neraca perdagangan migas defisit US$ 455,8 juta. “Surplus yang dicatatkan tahun 2016 merupakan yang tertinggi selama lima tahun terakhir. Surplus perdagangan 2016 bersumber dari surplus perdagangan nonmigas sebesar US$ 14,4 miliar dikurangi defisit perdagangan migas sebesar US$5,6 miliar,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, belum lama ini dalam rilis resmi yang didapat Info SAWIT, belum lama ini.

Selama 2016, total ekspor nonmigas tercatat sebesar US$131,3 miliar dan impor nonmigas sebesar US$116,9 miliar. Sedangkan total ekspor migas pada 2016 tercatat US$13,1 miliar dan impornya sebesar US$18,7 miliar.

Lebih lanjut kata Enggartiasto Lukita, negara mitra dagang seperti Amerika Serikat (AS), India, Filipina, Belanda, dan Pakistan menjadi penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar selama 2016 yang jumlahnya mencapai US$24,4 miliar. Sementara RRT, Thailand, Australia, Brasil, dan Argentina menyebabkan defisit perdagangan nonmigas terbesar yang jumlahnya mencapai US$23,9 miliar.

Menutup tahun 2016, Indonesia pada Desember berhasil membukukan ekspor sebesar US$ 13,8 miliar atau menguat 2,0% (MoM) dan 15,6% (YoY). Peningkatan ekspor nonmigas yang naik sebesar 1,1% (MoM) atau 18,1% (YoY) menjadi pemicu penguatan tersebut, diikuti peningkatan ekspor migas sebesar 11,7% (MoM) meskipun menurun 5,2% (YoY). Peningkatan ekspor migas didorong melonjaknya ekspor hasil minyak 30,7% (MoM) atau 15,6% (YoY), minyak mentah yang menguat 10,7% (MoM) atau 2,1% (YoY); serta gas yang menguat 10,2% (MoM) meski menurun 11,4% (YoY). “Capaian ekspor Desember 2016 baik total migas maupun nonmigas tertinggi sepanjang tahun 2016,” ujar Enggartiasto Lukita.

Sedangkan secara total, dibandingkan ekspor tahun sebelumnya, ekspor 2016 mengalami penurunan sebesar 3,9% (YoY). Penurunan ini dipicu turunnya ekspor migas sebesar 29,5% dan ekspor nonmigas sebesar 0,3%. Penurunan ekspor migas ini dikarenakan harga rata-rata minyak mentah dunia 2016 (US$42,8/barel) yang masih rendah dibandingkan 2015 yang mencapai US$50,8/barel (World Bank, Januari 2017).

Enggartiasto Lukita mengungkapkan bahwa negara tujuan ekspor nonmigas yang meningkat di 2016 antara lain Swiss (105,3%), Filipina (34,2%), RRT (13,9%), dan Vietnam (10,8%). Sementara itu, produk ekspor nonmigas Indonesia yang nilainya naik tinggi pada 2016 antara lain besi dan baja (51,7%), berbagai produk kimia (21,8%), perhiasan/permata (15,9%), serta bahan kimia organik (10,0%). (T2)



Berita : Terkait