PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Kebun kelapa sawit

24 Januari 2017 - 12:47:10 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 496

Cargill Rilis Laporan Perlindungan Hutan

Berita Utama | 24 January 2017 | Administrator
img

INFO SAWIT, JAKARTA – Dari informasi yang diterima Info SAWIT, Cargill menyampaikan laporan kemajuan mengenai upaya untuk memenuhi komitmen menghapuskan deforestasi dari rantai pasokan-nya. Laporan perdana berjudul  Cargill Report on Forests meliputi aksi-aksi yang dilakukan di lapangan di dalam kerangka 6 prioritas rantai pasokan dan kolaborasi global untuk memajukan pertanian yang berkelanjutan.  Cargill telah bekerjasama dengan berbagai mitra global untuk melibatkan 148.000 petani (termasuk petani kelapa sawit di Indonesia) dan membuat garis dasar bagi pengukuran lahan yang menjadi gundul (tree cover loss) melalui pemetaan  daerah sumber sebanyak lebih dari 2.000 lokasi di 14 negara.

Di dalam menyambut pertemuan tahunan World Economic Forum 2017 di Davos, Swiss, laporan perdana yang dikeluarkan Cargill ini diharapkan dapat mendorong diskusi yang lebih luas mengenai berbagai isu yang mendorong deforestasi dan kebijakan serta praktek yang dapat mencegah hal tersebut. “Mengakhiri deforestasi amat penting untuk menghentikan perubahan iklim,” ujar CEO dan Chairman Cargill, David MacLennan.

Lebih lanjut tutur MacLennan, Saat ini dunia berada di persimpangan yang penting karena bekerja untuk memelihara dan melindungi dunia. “Pertanian berkelanjutan harus menjadi bagian dari solusinya,” katanya.

Laporan ini menggaris-bawahi kemajuan yang dicapai oleh Cargill, yaitu :

Membuat dan menetapkan rencana aksi untuk melindungi hutan dalam prioritas rantai pasokan: Kelapa sawit secara global, kedelai di Brazil dan Paraguay, kakao secara global, kapas dan jagung di Zambia, serta kemasan berbasis serat. Untuk mendukung rencana aksi ini, Cargill mengeluarkan kebijakan baru di bidang kemasan berbasis serat yang berkelanjutan atau Policy on Sustainable Fiber-based Packaging.

Mengembangkan dan meng-implementasikan program dan pelatihan bagi lebih dari 148.000 petani dan pemasok untuk mempromosikan pemakaian lahan berkelanjutan, termasuk 15.000 petani kedelai skala kecil dan besar di Brazil; 21.000 petani plasma kelapa sawit di Indonesia; 1.000 petani kedelai di Paraguay dan 90.000 petani coklat serta koperasi di Afrika Barat.

Menyelesaikan analisa, bekerjasama dengan World Resources Institute and Global Forest Watch, di hampir 2.000 lokasi yang menjadi lahan sumber, baik yang dimiliki Cargill maupun dioperasikan pihak ketiga di berbagai lokasi usaha.  Analisa ini berfungsi untuk menyediakan garis dasar awal, yang dibutuhkan  untuk mengukur kemajuan atas target no-deforestration. Proyek ini membentang di lokasi yang menjadi sumber, seluas 166 juta hektar, termasuk 119 juta hektar pohon penutup. Hasil analisa menunjukkan, diperkirakan di daerah ini terdapat 1,7 juta hektar atau 1,4% merupakan lahan gundul (tree cover loss) pada tahun 2014. Pengukuran ini mengilustrasikan konteks bentang darat penggunaan lahan di kawasan sumber Cargill, tetapi hal ini tidak bisa diinterpretasikan berhubungan langsung dengan lahan sumber Cargill saja. Yang penting adalah, langkah selanjutnya yaitu melakukan identifikasi hubungan antara operasi usaha yang dilakukan dan kegundulan yang ada dan selanjutnya dilakukan pengembangan solusi untuk melindungi kawasan tersebut.

Memperpanjang Moratorium kedelai Brazil di Amazon serta implementasi Brazilian Forest Code dan the Rural Environmental Registry atau CAR melalui pelatihan dan edukasi terhadap pemasok serta kerjasama organisasi lintas sektor dan multi sektor. Kontrak kedelai Cargill di Brazil sekarang membutuhkan petani untuk memenuhi persyaratan Brazilian Forest Code dan CAR. (T2)



Berita : Terkait