PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
kerja sama pakistan-indonesia

26 Januari 2017 - 08:30:35 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 343

Defisit Neraca, Pakistan Minta Indonesia Perlebar Kran Impor

Berita Utama | 26 January 2017 | Administrator
img

INFO SAWIT, KARACHI -  Pakistan, sebagai salah satu pasar minyak sawit terbesar, berharap, Indonesia membuka keran yang lebih besar bagi masuknya produk-produk dari negara di Asia Selatan tersebut. Ini untuk mencapai keseimbangan neraca perdagangan bilateral antara kedua negara.

Saat ini, Pakistan masih mencatat defisit neraca perdagangan yang besar dengan Indonesia. "Selain dengan Indonesia, kami juga ingin mencapai keseimbangan neraca perdagangan dengan Malaysia," kata ketua Kamar Dagang dan Industri, Pakistan, Zubair Tufail, dalam konferensi satu hari,Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) di Karachi, belum lama ini.

Dalam rilis resmi yang diterima InfoSAWIT, Tufail juga memaparkan bahwa Pakistan adalah salah satu pasar minyak nabati terbesar di dunia. Selain minyak sawit yang diimpor dari Indonesia dan Malaysia, Pakistan juga membeli minyak kedelai dari Amerika Utara dan Brazil. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, tahun 2016, nilai ekspor Indonesia ke Pakistan mencapai US$ 2,2 miliar - US$ 1,8 miliar di antaranya  adalah ekspor minyak sawit. Sementara itu, Indonesia hanya membeli produk-produk dari Pakistan senilai US$ 140 juta.

Tufail juga mengajak para pengusaha Indonesia untuk berinvestasi membangun industri pengolahan minyak sawit di Pakistan. Ini karena kebutuhan akan minyak sawit untuk makanan yang terus meningkat di negara berpenduduk 182 juta jiwa tersebut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono berharap, pemerintah memperhatikan keinginan Pakistan untuk menjual lebih banyak produk ke Indonesia. Selain terkait aspek fairness dalam perdagangan bilateral kedua negara, ini juga untuk menjaga pasar minyak sawit Indonesia di Pakistan.

"Jangan sampai Pakistan mengurangi konsumsi minyak sawit dan turunannya dari Indonesiakarena akan membuka peluang bagi Malaysia untuk menjual minyak sawit yang lebih besar ke sana," kata Joko.

Ikut bergabung dalam forum tersebut, antara lain BPDP Sawit, GAPKI, GIMNI, AIMI, dan Sucofindo. Sedangkan Pakistan diwakili oleh sejumlah organisasi dunia usaha antara lain PVMA (Pakistan Vanaspati Manufacturer's Association) dan PEORA (Pakistan Edible Oil Refiners Association). (T2)



Berita : Terkait