PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
TBS

06 February 2017 - 08:42:07 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 319

Produk Hilir Baru 54 Jenis, Kemenperin Siap Kembangkan Hilir Sawit

Berita Lintas | 04 February 2017 | Administrator
img

INFO SAWIT, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemeneperin) berkomitmen menumbuhkan industri pengolahan kelapa sawit di dalam negeri sebagai pelaksanaan kebijakan nasional hilirisasi di sektor agro. Pasalnya, sektor ini memberikan sumbangan besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan nilai tambah, seperti kinerja nilai ekspor, penyerapan tenaga kerja, pemerataan kesejahteraan masyarakat, dan kontribusi pada penerimaan negara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri kelapa sawit dari hulu sampai hilir merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat strategis. Tercatat sampai saat ini, luas perkebunan kelapa sawit diperkirakan mencapai 11,6 juta hektar. “Dimana lebih dari 41 persen merupakan kebun rakyat,” kata Airlangga melalui keterangan resmi, diterima InfoSAWIT belum lama ini.

Merujuk data Statistik Perkebunan Indonesia tahun 2016, perkebunan kelapa sawit berperan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di dalam negeri sebanyak 5,7 juta orang, dengan 2,2 juta orang di antaranya adalah petani rakyat skala kecil.

“Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 16 juta-20 juta orang mengandalkan penghidupan dari bisnis kelapa sawit hulu-hilir yang tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia,” tutur Airlangga.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai bulan September 2016, tercatat nilai ekspor produk hilir sawit sebesar US$ 13,3 miliar atau telah melebihi nilai ekspor minyak dan gas bumi. “Produk hilir mencapai 54 jenis. Secara rata-rata tahunan, sektor industri kelapa sawit hulu-hilir menyumbang US$ 20 miliar dollar pada devisa negara,” tutur Airlangga.

Khusus bagi pendapatan bukan pajak, sektor perkelapasawitan menyumbang Rp 12 triliun per tahun, yang dipungut atas ekspornya dalam bentuk dana perkebunan dan bea keluar. Dalam jangka menengah, pemerintah memprioritaskan upaya peningkatan investasi industri pengolahan sawit.

Dalam jangka panjang, Kemenperin mendorong pertumbuhan industri pengolahan sawit terutama yang membawa teknologi canggih dan terkini untuk menghasilkan aneka produk hilir seperti super edible oil, golden nutrition, bio plastic, bio surfactant, hingga green fuel. (T2)



Berita : Terkait