PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
TBS

06 Maret 2017 - 11:32:51 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 415

Perkuat Citra di Eropa, RI Dukung Kemitraan Riset Sawit

Izzudin
Minggu,  5 Maret 2017

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menguatkan diplomasi sawit Indonesia di Eropa. Dalam kunjungannya ke Eropa baru-baru ini, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda menyatakan, Indonesia merupakan penghasil terbesar minyak sawit bersertifikasi di dunia.

Indonesia terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan sektor sawit Indonesia yang berkelanjutan. "Berdasarkan skema Roundtable Sustainable Palm Oil, Indonesia penghasil terbesar minyak sawit bersertifikasi di dunia dengan produksi 6,5 juta ton atau 52% dari 12,65 juta ton total produksi minyak sawit bersertifikasi global," kata dia dalam rilisnya, Sabtu (4/3/2017).

Untuk memperkuat diplomasi sawit di dunia pihaknya melakukan promosi sawit saat kunjungan kerja ke Prancis selama 27 Februari-1 Maret 2017. Arlinda mengunjungi kantor Aliansi Prancis (the French Alliance for Sustainable Palm Oil), Selasa (28/2), dan diterima langsung Sekjen Aliansi Prancis Laure d’Astorg.

Pada kunjungan tersebut, Arlinda memaparkan upaya pemerintah menciptakan sektor sawit Indonesia yang berkelanjutan. "Promosi terhadap sawit Indonesia yang berkelanjutan akan terus gencar dilakukan di negara mitra dagang. Kolaborasi dengan stakeholders lokal di Prancis perlu dibina untuk menggalang dukungan terhadap sawit Indonesia," tuturnya.

Dia mengatakan, pemerintah akan terus mempromosikan dan memfasilitasi pertumbuhan sektor sawit karena menyangkut penghidupan petani yang mencakup luas 42% dari total lahan kebun sawit. Fokusnya agar sawit yang diproduksi, diolah, dan diekspor adalah sawit yang berkelanjutan.

Promosi akan dilakukan secara komprehensif, baik kerja sama antar pemerintah, pemerintah dengan swasta, dan dengan kalangan industri, akademisi, serta lembaga penelitian untuk menyampaikan edukasi bahwa sawit Indonesia berkelanjutan.

"Informasi yang valid mengenai sawit Indonesia harus terus dipromosikan dan dipublikasikan, termasuk, komunikasi dengan jaringan ritel dan supermarket seperti Casino U, yang menjual produk-produk berlabel no palm oil," lanjut Arlinda.

Indonesia akan terus bergerak maju dalam menerapkan berbgai solusi agar sektor sawit menguntungkan secara ekonomi, memperhatikan aspek sosial, dan ramah lingkungan. Topik deforestasi menjadi salah satu yang dibahas Sekjen Laure pada kunjungan tersebut.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang yang turut dalam rombongan menjelaskan perbedaan pengertian deforestasi di Indonesia dan Eropa. Hadir pula Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag Merry Maryati.

"Indonesia siap memenuhi permintaan 100% minyak sawit berkelanjutan untuk mendukung Deklarasi Amsterdam," tegas Arlinda.


sumber www.sindonews.com



Berita : Terkait