PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
cpo

07 April 2017 - 07:53:13 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 261

Produksi CPO Nasional Pada Februari Anjlok 8%

Berita Utama | 07 April 2017  | Administrator
img

Info SAWT, JAKARTA - Indonesia masih berada di musim panen sawit yang rendah. Hal ini berdampak pada kinerja produksi minyak sawit. Produksi minyak sawit (CPO dan PKO) Indonesia pada Februari 2017 tercatat menurun sekitar 8% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, atau dari 2,86 juta ton pada Januari menurun menjadi 2,6 juta ton di Februari.

Kinerja ekspor minyak sawit juga ikut tergelincir. Ekspor minyak sawit Indonesia termasuk oleochemical dan biodiesel hanya mampu mencapai 2,66 juta ton pada Februrari atau turun 6% dibandingkan Januari lalu yang mencapai 2,84 juta ton. Penurunan ekspor ini lebih banyak disebabkan tingginya bea keluar yang dikenakan pada Februari yaitu US$ 18 per metrik ton. Hal ini membuat para penghasil minyak sawit menahan penjualan sebaliknya traders juga menahan pembelian.

Stok minyak sawit Indonesia pada akhir Februari tercatat 1,93 juta ton atau tergerus sekitar 32,5% dibandingkan dengan pada stok Januari lalu yaitu 2,85 juta ton. “Stok terkikis karena produksi yang masih turun sementara ekspor masih tinggi meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,? tutur Direktur Eksekutif GAPKI, Fadhil Hasan, dalam rilis yang diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Sepanjang Februari negara-negara Timur Tengah, Bangladesh, China dan negara-negara Afrika membukukan kenaikan permintaan akan minyak sawit Indonesia. Negara-negara Timur Tengah mencatatkan kenaikan permintaan yang sangat signifikan yaitu 116% atau dari 104,09 ribu ton pada Januari terkerek menjadi 224,73 ribu ton pada Februari lalu. Sementara kenaikan permintaan dicatatkan Bangladesh sebesar 23%, China 9% dan negara-negara Afrika 3%.

Sebaliknya penurunan permintaan minyak sawit Indonesia dibukukan oleh Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, Pakistan dan India. Negeri Paman Sam mencatatkan penurunan permintaan sebesar 46% atau dari 100,89 ribu ton pada Januari tergerus menjadi 54,85 ribu ton pada Februari. Penurunan ini diekori oleh negara-negara Benua Biru sebesar 43%, Pakistan 25% dan India 13%. Selain dari bea keluar yang tinggi, penurunan permintaan juga disebabkan adanya perlambatan konsumsi masyarakat di India dan banyaknya stok kedelai di Amerika Serikat. (T2)

http://www.infosawit.com/news/6257/produksi-cpo-nasional-pada-februari-anjlok-8-



Berita : Terkait