PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Dirkom PTPNV M Arwin Nst (tengah) bersama kreditur sindikasi 4,8Tberfoto bersama di kantor PT Bank Mandiri Jakarta - Mohammad Yudayat, Dirut PTPNV (photo insert)

13 April 2017 - 07:44:13 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 488
Last update : 13 April 2017 - 07:47:26

PTPN V Teken Kredit Sindikasi Rp 4,86 Triliun

Berita Utama | 12 April 2017  | Administrator
img

Info SAWIT, JAKARTA - PTPN V baru saja menandatangani kredit sindikasi senilai Rp 4,86 triliun dengan 6 Bank di Jakarta, Selasa (11/04/2017) lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PTPN V Mohammad Yudayat melalui siaran pers yang diterima Info SAWIT. “Puji syukur, hari ini PTPN V menorehkan sejarah dalam hal sumber pendanaan di Perusahaan melalui penandatanganan kredit sindikasi dengan plafond Rp. 4.866.250.000.000,-“, sebut Yudayat.

Dalam sindikasi tersebut, sedikitnya ada enam bank dan lembaga pembiayaan sebagai kreditur dengan nominal kredit beragam. Tercatat enam kreditur yang terlibat yakni Bank Mandiri sebagai Mandated Lead Arranger/MLA dengan porsi Rp 1,446 triliun, Bank BCA Rp 0,75 triliun, Maybank Indonesia Rp 1 triliun, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Rp 0,87 triliun, ICBC Rp 0,5 triliun, dan PT Bank Riau Kepri Rp 0,3 triliun.

Penandatanganan sindikasi sendiri dilaksanakan di Kantor PT Bank Mandiri, lebih lanjut disebutkan Yudayat, selain sebagai sumber pendanaan kebutuhan investasi dan modal kerja Perseroan, sindikasi tersebut merupakan salah satu upaya Perusahaan Perkebunan Negara dengan komoditas sawit dan karet di Provinsi Riau itu dalam penyehatan keuangan korporasinya.

“Tahun 2017 ini, ada Rp 347 milyar pembayaran kewajiban pokok KI PTPN V yang jatuh tempo dan nilainya terus bervariasi hingga tahun 2023 senilai 2,223 trilyun. Kewajiban Pokok yang harus dibayarkan tersebut, tentu mempengaruhi pendanaan kegiatan operasional  PTPN V. Maka dengan kredit sindikasi ini, akan membantu perusahaan untuk menyegarkan dan penyehatan keuangan Perusahaan”, ujarnya.

Dijelaskan Yudayat, sindikasi tersebut memperpanjang masa kredit yang semula jatuh tempo di tahun 2023 menjadi tahun 2026. “Ada grace period tiga setengah tahun, itu juga memperingan beban pembayaran pokok hutang per tahunnya sesuai dengan cash flow Perusahaan”, tambah Yudayat menjelaskan.

Dengan nominal ± Rp 4,86 triliun tersebut, Perusahaan perkebunan komoditas sawit dan karet itu diberi 2 tranche kredit investasi dan 1 tranche kredit modal kerja.

“Fasilitas Kredit Investasi tranche I sebesar Rp 2,223 triliun digunakan untuk pelunasan kredit existing. KI tranche II sebesar Rp 2,143 triliun lagi dimanfaatkan untuk pembiayaan investasi tahun 2017 sampai 2019 dan membiayai Interest During Construction (IDC) dengan porsi Kreditur maksimum sebesar 70%, selanjutnya tranche III sebesar 500 milyar untuk pembiayaan modal kerja Perseroan”, terang Yudayat.

Dikatakan  Group Head – Corporate Banking VI Mandiri, Wono Budi Tjahyono, pihaknya optimis kerjasama ini  akan berpengaruh positif bagi operasional Perusahaan. “Dengan struktur pendanaan yang lebih sehat, kami yakin prospek kedepan yang dimiliki sangat besar. Semoga dengan penerbitan kredit sindikasi ini, PTPN V bisa unggul dalam menghadapi persaingan di industry ini”, tukasnya.(T2)

http://www.infosawit.com/news/6279/ptpn-v-teken-kredit-sindikasi-rp-4-86-triliun



Berita : Terkait