PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Petani kelapa sawit

27 April 2017 - 08:14:12 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 368

Petani Pun Berharap Jadi Pemain Utama di Perkebunan

Berita Utama | 27 April 2017  | Administrator
img

Info SAWIT, JAKARTA - Konferensi perkebunan rakyat yang diprakarsai oleh SPKS, SPI, API, Sawit Watch, FIELD, Bina Desa dan IHCS, resmi dibuka oleh Ibu Musdalifah, selaku Deputy bidang Perkebunan Kementerian Koordinator Ekonomi Indonesia.  Konferensi perkebunan rakyat ini merupakan konferensi perkebunan rakyat pertama yang dibuat pada tingkat nasional. Adapun konferensi ini memiliki tujuan untuk memperkuat perkebunan rakyat menuju perkekbunan yang lestari dan berkeadilan social. Konferensi ini berlangsung tidak terlepas dari adanya persoalan-persoalan serius yang terjadi pada sector perkebunan di Indonesia. Adapun peserta yang hadir dalam konferensi ini merupakan petani dari berbgai sektor seperti kelapa sawit, kopi, rempah-rempah dan coklat yang berasal dari seluruh Indonesia.

Ketua panitia Konferensi, Mansuetus Alsy Hanu menyampaikan, konferensi ini bukan untuk menyaingi konferensi-konferensi serupa yang biasa dibuat oleh pemerintah atau kelompok pengusaha. Konferensi ini berangkat dari realitas yang terjadi saat ini pada sektor perkebunan. Beberapa hal yang menjadi acuan adalah pertaman, produksi perkebunan saat ini menurun drastis. Di sektor sawit, seharusnya bisa mencapai 36 juta ton per hektare tetapi sampai saat ini baru 30 juta ton/ha.

Kedua,  di wilayah pedesaan, masyarakat semakin berkurang yang gemar untuk menjadi petani atau berkebun, dan ini sangat meresahkan bagi kita semua. Persoalan lain adalah akses modal. Petani masih sulit mendapatkan peminjaman dari bank, bank-bank yang ada saat ini masih konfensional, kalau mau mendapatkan pinjaman harus ada jaminan. Dan jaminan itu tentunya harus dengan surat-surat yang lengkap. Ketiga soal akses atas tanah. Petani saat ini sangat susah untuk mendapatkan tanah yang layak untuk berkebun karena tanah-tanah di pedesaan sudah banyak dikuasai oleh pengusaha-pengusaha besar. Keempat,  perkebunan yang lestari dan berkeadilan sosial, kita masih sulit mendapat perkebunan yang lestari dan berkeadilan sosial karena memang banyak persoalan yang terjadi dan ini tidak diselesaikan oleh pemerintah atau pengusaha.

Sementara dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko, Musdalifah Machmud, perkebunan itu sangat penting karena banyak memberikan kontribusi bagi negara. Kenapa disebut sektor perkebunan karena di daerah yang jauh dari perkotaan, yang bisa membangun adalah sektor perkebunan. “Perkebunan yang membangun anak-anak kita, dan sebagian besar bisa menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi. Usaha pertanian dan perkebunan harus dikembangkan untuk ekonomi keluarga dan negara karena menjadi sumber pendapatan, dan perlu membangun pusat-pusat perkebunan di daerah,” katanya saat memberikan sambutan dalam siaran resmi yang diterima InfoSAWIT.

Terkait dengan ISPO, pemerintah sedang memperbaikinya, kita ssedang mengkampanyekan ISPO untuk hasil lebih baik di pasar dunia. Khusus untuk petani mandiri atau petani rakyat, kami sedang menyiapkan replanting tapi belum dilaksanakan karena kami sedang menjaga betul terkait dengan proses transparansi sehingga dapat sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. “Harapannya dalam konferensi ini juga dapat mengembangkan kerangka perkebunan yang lestari seperti ISPO,” tutur, Musdalifah. (T2)

Sumber http://www.infosawit.com/news/6318/petani-pun-berharap-jadi-pemain-utama-di-perkebunan



Berita : Terkait