PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Areal Perkebunan Kelapa Sawit

02 Mei 2017 - 08:13:43 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 467

Dibalik Penghapusan Skim Revitalisasi Perkebunan

Berita Utama | 02 May 2017  | Administrator
img

Info SAWIT, JAKARTA - Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI), Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Ari Wahyuni mengatakan, dihentikannya kebijakan Revitbun, lantaran kebijakan itu dianggap tumpang tindih dengan kebijakan pembiayaan yang lainnya.

Misalnya untuk pendanaan dengan perbankan ada skim KUR dengan anggaran pendanaan mencapai Rp 2,2 triliun, serta ada anggaran pendanaan lewat KPEN-RP mencapai Rp 8,3 triliun. Lantas di awal tahun 2015 muncul Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit yang juga memiliki pendanaan untuk peremajaan petani dengan anggaran mencapai Rp 500 miliar.

Dengan adanya ketiga skim pembiayaan ini, maka pemerintah kata Ari Wahyuni, melakukan penyederhanaan skim pembiayaan untuk petani supaya tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, sekaligus menjadi upaya penghematan keuangan negara.

Selain penyederahaan, penghapusan KPEN-RP pula sejatinya dilakukan secara bertahap dengan harapan terdapat kejelasan debitur dan arah program yang lebih jelas. Apalagi per 2015 lalu ada pendanaan pembiayaan dari BPDP-KS yang sebelumnya mencapai Rp 400 miliar, saat ini ditingkatkan menjadi Rp 500 miliar.

Munculnya pendanaan dari BPDP-KS ini menjadi upaya pemerintah mendorong kemandirian industri kelapa sawit dalam memenuhi kebutuhan pendanaan baik untuk peremajaan kelapa sawit, subsidi biodiesel dan kebutuhan lainnya seperti riset, promosi dan lain-lain. “Sawit harus mampu membiayai sendiri, APBN kita juga tidak memiliki dana yang besar,” katanya.

Harapannya setelah KPEN-RP dihentikan skim pembiayaan bisa didorong untuk menggunakan skim KUR, hanya saja perlu ada modifikasi seperti penggunaan graceperiod dan subsidi bunga dari pemerintah. “Jika sistem tidak terbangun maka akan sulit untuk memonitor,” katanya dalam Focus Group Discasion (FGD) pembiyaan sawit, Jakarta, belum lama ini yang dihadiri InfoSAWIT. (T2)

Sumber http://www.infosawit.com/news/6335/dibalik-penghapusan-skim-revitalisasi-perkebunan