PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Fire Free Alliance (FFA)

03 Mei 2017 - 08:11:58 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 531

Fire Free Alliance Redam Kebakaran Hingga 218 Desa

Berita Lintas | 03 May 2017 | Administrator
img

Info SAWIT, JAKARTA - Kebakaran lahan dan hutan tahun 2015 lalu telah memuncukan dampak negatif baik kepada masyarakat, ekologi bahkan situasi regional. Sebab itu, guna memutus terjadinya kebakaran lahan dan hutan, pemerintah mendorong seluruh komponen masyarakat untuk bekerjasama dalam upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Apalagi dikatakan, Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kemenko, Parbianto Mukti Wibowo, karakteristik dari kebakaran lahan dan hutan di Indonesia selalu sama setiap tahun, dan kejadian kebakaran itu kerap terjadi di 7 provinsi yang sama dengan mencakup 721 desa. “Tremasuk di daerah yang berlahan gambut,” katanya saat membuka acara setahun berdirinya FFA di Jakarta, yang dihadiri InfoSAWIT.

Lebih lanjut kata Parbianto, sekitar 99% kejadian kebakaran lahan dan hutan dipastikan karena ulah manusia. “Kebakaran lahan dan hutan tidak hanya berdampak kepada manusia tetapi juga berdampak kepada ekologi. Bahkan Bank Dunia memorediksi kerugiannya mencapai Rp 200 Triliun rupiah,” katanya.

Kejadian kebakaran ini tentu saja menampar wajah pemerintah Indonesia, terlebih pemerintah sebelumnya telah berkomitemn untuk mengurangi emsi karbon sebanyak 29% dengan usaha sendiri dan pengurangan emisi hingga 41% dengan bantuan negara di dunia pada Konferensi Iklim di Perancis dua tahun lalu.

Kenyataan lain, kebakaran lahan dan hutan juga telah menyeret perkebunan kelapa sawit yang dituding sebagai pemicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Sontak, tudingan ini dibantah para pelaku kelapa sawit nasional, lantaran belum ada bukti sahih bahwa pemicu kebakaran adalah pembukaan perkebunan kelapa sawit. Terlebih bagi pelaku usaha telah mengharamkan pembukaan perkebunan kelapa sawit dengan cara membakar.

Namun sebagai upaya memperkuat dan memberikan bukti perkebunan kelapa sawit bukan pemicu kebakaran, sekaligus mendukung kepemimpinan pemerintah Indonesia dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan, para pelaku kelapa sawit, Lembaga Nirlaba dan perusahaan HTI sepakat membentuk kelompok sukarela yang diberi nama Fire Free Alliance (FFA).

FFA hingga saat ini beranggotakan APRIL, Asian Agri, IDH Sustainable Trade, IOI Group, Musim Mas, PM Haze, Sime Darby, Wilmar. Direktur Carbon Conservation sekaligus sebagai Sekretariat FFA, Dorjee Sun mengatakan, FFA didirikan bertujuan untuk membantu para anggota dalam berbagai pengetahuan dan sumber daya. Termasuk menjadi wadah kerjasama dalam mengembangkan strategi-strategi yang paling efektif guna mencegah dan mengelola resiko-resiko kebakaran melalui kemitraan jangka panjang dengan masyarakat di seluruh Indonesia dan Malaysia.  (T2)
         
Sumber http://www.infosawit.com/news/6340/fire-free-alliance-redam-kebakaran-hingga-218-desa



Berita : Terkait