PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Ilustrasi

04 Mei 2017 - 08:18:28 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 148

Kaukus Perkebunan Sawit Berhenti Dari Keanggotaan RSPO

Berita Utama | 04 May 2017  | Administrator
img

Info SAWIT, JAKARTA – Paska Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mengundurkan diri dari keanggotaan RSPO. Peran asosiasi perkebunan kelapa sawit tersebut diteruskan Kaukus Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia, beranggotan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional anggota RSPO.

Keterlibatan Kaukus sebagai perwakilan resmi Perkebunan Sawit Indonesia telah memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan produksi dan komitmen bagi pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dunia.

Tantangan yang dihadapi minyak sawit dunia semakin kompleks dengan maraknya kampanye negatif anti-sawit di Eropa dengan banyaknya pemasangan label tanpa sawit (no-palm oil) di pasar Eropa, serta terakhir persetujuan parlemen Eropa terhadap resolusi penerapan syarat impor produk sawit kurang ditanggapi oleh RSPO.

Peran aktif RSPO yang diharapkan dapat melakukan kampanye positif dan penyadaran konsumen terhadap produk sawit berkelanjutan tidak terlihat dan telah menumbuhkan ketidakpercayaan atas kredibilitas RSPO dalam memasyarakatkan minyak sawit berkelanjutan di pasar Eropa.

Selain itu, tuntutan perkebunan kelapa sawit Indonesia agar tanggungjawab untuk mewujudkan perkebunan sawit berkelanjutan dibarengi dengan tanggungjawan para pemangku kepentingan untuk menggunakan dan menyerapnya, sehingga tercipta tanggungjawab bersama dalam peningkatan volume pemanfaatan sawit berkelanjutan dalam seluruh rantai pasok industri minyak nabati ini.

Sebab itu catat, Koordinator Indonesian Growers Caucus, Edi Suhardi, dengan mempertimbangan kepentingan untuk memicu perubahan konkrit dan komprehensif dalam kelembagaan RSPO agar lebih tanggap dan produktif, pihak Kaukus Perkebunan Sawit Indonesia mengambil keputusan untuk melakukan beberapa tindakan diantaranya, pertama, pengunduran diri sementara Koordinator Kaukus, Edi Suhardi sebagai anggota Board of Governors, RSPO.

Lantas kedua, penghentian sementara waktu keterlibatan perwakilan perkebunan sawit Indonesia dalam berbagai forum RSPO seperti kelompok kerja, task forces, complaint panels dan forum kegiatan lainnya. “Ketiga,  Kaukus perkebunan sawit Indonesia tidak terlibat sementara waktu dan tidak bertanggung jawab terhadap berbagai keputusan yang diambil dalam berbagai forum yang dilakukan RSPO sejak mundurnya dari kegiatan forum RSPO,” catat Edi, dalam rilis yang diterima InfoSAWIT.

Selain menarik diri dari berbagai partisipasi aktif dalam pelbagai kegiatan forum RSPO, pihak Kaukus berharap dan menyarankan adanya perbaikan yang dilakukan oleh Board dan Kantor Eksekutif RSPO sekretariat. Lebih lanjut catat Edi,  prasyarat pengaktifan kembali Kaukus dalam forum dan kegiatan RSPO, mesti memenuhi empat point, diantaranya pertama, melakukan perbaikan strategi komunikasi dan kampanye yang cepat tanggap terhadap berbagai kampanye negatif minyak sawit di Uni Eropa, dengan pembenahan team komunikasi profesional dan inovatif. Kedua, kejelasan sasaran dan indikator keberhasilan program RSPO, tanggungjawab dan penilaian kinerja CEO dan Kantor Eksekutif RSPO.

Lantas ketiga, perwujudan tanggung jawab semua pemangku kepentingan anggota RSPO dalam produksi, rantai pasok hingga penyerapan pasar minyak sawit berkelanjutan. Dan keempat, melakukan perlindungan dan pembelaan atas kepentingan seluruh pemangku kepentingan anggota RSPO, khususnya perkebunan sawit Indonesia dalam ikhtiarnya mewujudkan produksi sawit berkelanjutan.

“Pihak Kaukus sebagai representasi perkebunan sawit Indonesia secara resmi tidak akan terlibat dalam semua forum RSPO hingga adanya keputusan lain yang diambil dalam pertemuan anggota pada akhir Mei 2017,” tandas Edi. (T2)

 http://www.infosawit.com/news/6344/kaukus-perkebunan-sawit-berhenti-dari-keanggotaan-rspo