PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Foto/Ilustrasi

10 Mei 2017 - 10:28:14 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 398
Last update : 10 Mei 2017 - 10:30:04

Tudingan Sawit Perusak Hutan Diluar Logika

Berita Utama | 10 May 2017 | Administrator
img

Info SAWT, JAKARTA – Munculnya resolusi kelapa sawit oleh Parlemen Uni Eropa yang menyatakan sawit biang deforestasi, tentu saja langsung ditolak pelaku kelapa sawit nasional. Bahkan cara demikian ditengarai menjadi upaya dalam melemahkan daya saing minyak sawit nasional di pasar Internasional.

Salah satu tokoh sawit yang sudah malang melintang di Perkelapasiwan nasional, Maruli Gultom, malah tidak aneh dengan munculnya tudingan itu, lantaran kata dia tudingan miring terhadap perkelapasawitan nasional sudah dilakukan semenjak dulu tepatnya selepas Rabobank memprediksi kelapa sawit bakal menyusul dominasi pasar minyak kedelai pada 2006. Namun pada faktanya minyak sawit telah mampu mematahkan dominasi minyak kedelai lebih awal yakni tahun 2004.

Pada saat itu pula serangan terhadap kelapa sawit nasional muncul, tutur Maruli ada statistik menyatakan kerusakan hutan sampa tahun 2006 mencapai 75 jut ha, padahal luas sawit kala itu hanya mencapai 6 jut ha. “Ini kan tidak masuk diakal,” katanya dalam diskusi Dibalik Resolusi Sawit di Jakarta, yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini.

Tidak sampai disitu, tudingan miring lainnya bermunculan hingga pada akhirnya muncul lembaga nirlaba Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang pada 2008 lalu memunculkan skim sertifikasi berkelanjutan. “Kala itu saya protes keras kenapa RSPO memaksakan sertifikat sustainable..ini keinginan siapa?” katannya.

Lantas sampai akhirnya muncul resolusi kelapa sawit yang dikeluarkan Parlemen Uni Eropa, yang mencatat kelapa sawit menjadi perusak hutan nomor wahid, namun kata Maruli, jika mengacu pada data statistik Indonesia, luasan Indonesia berada diperingkat sembilan di dunia, dan tutuapn hutan Indonesia menempati renking tiga di dunia. “Saat ini kita lagi dihujat sama negara yang tidak memiliki hutan,” tandas Maruli. (T2)

Sumber http://www.infosawit.com/news/6363/tudingan-sawit-perusak-hutan-diluar-logika



Berita : Terkait