PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Crude Palm Oil

13 Juni 2017 - 08:08:15 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 314

Pemerintah Bakal Genjot Ekspor CPO ke China

13 June 2017 | Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - untuk meningkatkan ekspor produk sawit Indonesia terutama biodiesel, pemerintah akan menjadikan China sebagai pasar potensial. Hal ini terkait kebijakan pemerintah China yang akan menerapkan program biodiesel campuran 5% dengan solar atau B5.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia, (Aprobi) MP Tumanggor mengatakan, “Pemakaian B5 di Tiongkok akan menciptakan kebutuhan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) sebesar 9 juta ton. Kalau Tiongkok sudah terapkan B5, nggak peduli lagi kita (ekspor) dengan Eropa dan Amerika Serikat,” ucapnya seperti yang dilansir Sindonews.

Lanjutnya, angka permintaan 9 juta ton ini berasal dari perhitungan kebutuhan bahan bakar solar China sebesar 180 juta Kl. Apabila dikalikan 5% sama dengan 9 juta Kl atau 9 juta ton. Tahun lalu, ekspor produk sawit Indonesia ke China mencapai 3,8 juta ton.

Sebelumnya, dalam pertemuan Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing, China pada Mei lalu, Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa Indonesia menyambut baik program mandatori biodiesel 5% yang dikembangkan China. Pada program itu dijelaskan, China membutuhkan pasokan minyak kelapa sawit yang akan meningkat sepanjang tahun dan Indonesia siap untuk memasok kebutuhan CPO tersebut.

Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga, mengungkapkan, tingginya permintaan CPO atau biodiesel dari China dapat menutupi lesunya penjualan ke Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hal ini karena sejak 2016, ekspor biodiesel ke Amerika Serikat tidak lagi kompetitif karena pemberlakukan tarif bea masuk.

Sahat menambahkan, semenjak pascakeluarnya Amerika dari kesepakatan COP21, pemerintahan Donald Trump tidak punya kewajiban mencampur biodiesel. Faktor lainnya yaitu kebijakan antidumping Amerika Serikat yang dialamatkan kepada produk biodiesel Indonesia. Dijelaskan, ekspor biodiesel ke Amerika Serikat terus tertekan akibat tuduhan dumping dan subsidi. Tak hanya itu, harga jual semakin tidak kompetitif lantaran pengenaan bea masuk.

Hal ini menjadi alasan agar pelaku industri mendorong penerapan program B5 di China. Pelaku industri yang ingin menawarkan skema kerja sama misalkan pengusaha China, dapat mendirikan pabrik biodiesel di Indonesia. Produsen biodiesel Indonesia yang bangun pabrik di China selanjutnya bahan baku dari Indonesia.

Nantinya, delegasi Indonesia akan berkunjung ke China sebagai tindak lanjut pembicaraan Presiden Joko Widodo dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping. “Delegasi diperkirakan berangkat tanggal 16 Juni yang dipimpin Menko Maritim Luhut Panjaitan,” tutupnya. (T4)

Sumber http://www.infosawit.com/news/6545/pemerintah-bakal-genjot-ekspor-cpo-ke-china



Berita : Terkait