PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Crude Palm Oil

15 Juni 2017 - 08:16:47 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 536

China Diharapkan Menjadi Pasar Potensial CPO

15 June 2017 | Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Analis PT Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan program B5 yang direncanakan China akan menciptakan kebutuhan CPO baru sebesar 9 juta ton/tahun. Hal ini berarti, Negeri Tirai Bambu ini menjadi pasar potensial untuk meningkatkan ekspor CPO dari Indonesia.

Diketahui, tahun lalu, China menyerap 3,8 juta ton CPO dari Indonesia. Mengutip data Bank Dunia, negara tersebut mengonsumsi 5 juta ton minyak kelapa sawit pada musim 2016-2017.

Delegasi dari Indonesia diperkirakan akan berangkat ke China pada Jumat nanti. "Bila program B5 di China direalisasikan, mungkin kita tidak perlu lagi pasar Eropa dan AS," tuturnya seperti yang dilansir Bisnis.

Menurut Deddy, program B5 China menjadi harapan baru untuk menopang harga CPO dalam jangka panjang. Pasalnya, pasar berkali-kali melakukan aksi jual karena melihat proyeksi kenaikan produksi CPO pada 2017.

Pada tahun ini, produksi CPO Indonesia diperkirakan naik 12,69% year on year (yoy) menjadi 35,5 juta ton. Sementara suplai baru dari Malaysia diprediksi bertumbuh 10,17% yoy menjadi 19,5 juta ton dari 17,7 juta ton pada 2016.

Sementara itu, data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menuturkan, total produksi minyak sawit pada 2016 turun 3% yoy menjadi 34,5 juta ton, dan masing-masing disokong oleh CPO sejumlah 31,5 juta ton dan palm kernel oil (PKO) sebesar 3 juta ton. Pada 2015 jumlah pasokan mencapai 35,5 juta ton.

Sambung Deddy, pasar mendapatkan sentimen positif dari peningkatan ekspor karena bertumbuhnya permintaan saat Ramadhan, seperti di dalam data Malaysian Palm Oil Board (MPOB). Namun, lagi-lagi investor lebih menyorot ke sisi kinerja produksi. Bahkan produsen kedua terbesar di dunia itu diprediksi berpotensi menghasilkan 2 juta ton CPO/bulan pada tahun ini.

Pada Selasa lalu, MPOB menyebutkan ekspor CPO Malaysia meningkat 17,3% month on month (mom) pada Mei lalu menjadi 1,51 juta ton. Ini merupakan level tertinggi dalam 9 bulan terakhir.

Sementara persediaan minyak kelapa sawit atau CPO di Malaysia merosot 2,6% mom pada Mei 2017 menjadi 1,56 juta ton. Adapun volume produksi naik 6,9% mom menuju 1,65 juta ton. Ini merupakan level tertinggi dalam 7 bulan terakhir.

Diungkapkan, harga CPO dapat mengalami tren menguat jika masih mampu bergulir di atas 2.420 ringgit/ton. Adapun konfirmasi tren bullish minyak kelapa sawit ialah bila menembus level 2.680 ringgit/ton.

Plantations analyst Kenanga Research Voon Yee Ping mengungkapkan, ada kemungkinan pola produksi pada 2017 kembali seperti 2015, atau sebelum terjadinya cuaca kering El Nino yang cukup parah. "Ada sejumlah komentar dari produsen bahwa pola produksi tahun ini akan serupa dengan 2015. Jadi akan ada peningkatan lagi pada Juni 2017 dan seterusnya secara konsisten," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Ditambahkan, ada kemungkinan produksi bulanan memuncak menuju 2 juta ton. Tahun lalu, produksi minyak sawit hanya mencapai level tertinggi sebesar 1,72 juta ton pada September lalu. Jadi, dengan proyeksi pemulihan suplai yang menekan harga, pelaku usaha masih bisa berharap sisi permintaan meningkat. Harapan besar itu berasal dari program B5 China. (T4)

Sumber http://www.infosawit.com/news/6560/-china-diharapkan-menjadi-pasar-potensial-cpo



Berita : Terkait