PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Cangkang Kelapa Sawit

13 Juli 2017 - 09:46:59 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 1172

Permintaan Cangkang Sawit dari Jepang Tumbuh 40%

12 July 2017 | Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Delegasi Kelapa Sawit  Indonesia yang terdiri dari  wakil Kemen ESDM, Kemen Perdagangan, BPDP Sawit, Perhepi, Aprobi, Apcasi, dan wakil dari eksportir, melakukan kunjungan ke Tokyo dan Osaka untuk suatu misi promosi dan diplomasi dagang produk sawit dari tanggal 10 sampai 14 Juli 2017.

Misi yang dilaksanakan atas undangan Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka telah mempertemukan asosiasi dan ekportir kelapa sawit Indonesia dengaan 30 importir besar di Tokyo dan Osaka.

Ketua Umum Perhepi, Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan karena pihak Indonesia melihat fenomena baru ekspor produk sawit dimana ekspor cangkang sawit dan tandan kosong sawit naik sangat pesat. Sekadar info, harga cangkang sawit saat ini berkisar antara US$ 80 - 85 per ton f.o.b.

"Ekspor biomassa sawit ke Jepang tahun 2016 mencapai 450 ribu ton dan ke Korea mencapai 400 ribu ton, dengan nilai ekspor total kedua negara itu senilai lebih dari Rp 1 trilyun. Tetapi yg lebih penting diperhatikan, permintaan cangkang sawit oleh perusahaan-perusahaan Jepang tumbuh lebih dari 40% per tahun dalam 3 tahun terakhir,” katanya dalam keterangan resmi Diterima InfoSAWIT.

Meningkatnya permintaan cangkan sawit dan tandan kosong tersbut, lantaran adanya kebijakan pemerintah Jepang dalam meningatkan energi baru terbarukan lewat kebijakan energi mix.

Merujuk informasi dari  Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang mencatat, energi mix Jepang saat ini telah mencapai 14,6% dalam bentuk energi baru dan terbarukan (EBT), dimana 2% nya berupa bioenergi termasuk cangkang sawit.

Jepang mentargetkan guna meningkatkan EBT menjadi 25% pada tahun 2030, termasuk bioenergi menjadi 4%. Dalam hal ini pemerintah Jepang menetapkan kebijakan harga jual listrik dari EBT (dikenal dg Feed in Tariff), sehingga dapat menarik investasi. Kegiatan promosi dan diplomasi itu juga diisi juga dengan one-on-one business meeting.

Ketua Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia Dikky Akhmar menyatakan, pihaknya akan menanda-tangani kontrak penjualan cangkang sawit dengan pihak Jepang untuk 10 tahun kedepan, yang akan digunakan untuk 5 pembangkit listrik di Jepang dengan kapasitas sekitar 320 MW.

Sementara Duta Besar Indonesia di Tokyo, Arifin Tasrif, menyatakan, telah ada rencana investasi pembangunan pembangkit listrik 40 MW di Ibaraki Jepang yang akan menggunakan biofuel sawit dari Indonesia sebagai bahan baku energinya. (T2)

Sumber http://www.infosawit.com/news/6668/permintaan-cangkang-sawit-dari-jepang-tumbuh-40-



Berita : Terkait