PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Palm Oil

03 Agustus 2017 - 07:43:27 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 152

Prospek Cerah Kinerja Industri Sawit

02/08/2017 paspimonitor      

Peningkatan pendapatan perusahaan kelapa sawit di topang kenaikan harga CPO internasional dan kenaikan produksi

JAKARTA. Di tengah pelambatan ekonomi, sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit masih mencatatkan kinerja positif selama semester I-2017. Kenaikan pendapatan perusahaan kelapa sawit terdorong oleh kenaikan rata-rata harga minyak sawit mentah (CPO) dan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) seiring dengan membaiknya kondisi cuaca.

Perusahaan yang melaporkan keuangan positif adalah PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (Smart). Anak usaha Golden-Agri Resources (GAB) ini mencalat penjualan bersih sebesar Rp 17 triliun, naik 23% dibandingkan periode sama 2016 yang sebesar Rp 14 triliun.

Menurut Pinta S. Chandra, investor relations Smart, peningkatan kinerja terutama disebabkan peningkatan harga jual rata-rata produk kelapa sawit yang sejalan dengan meningkatnya harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional. “Laba usaha meningkat menjadi Rp 714 miliar dari tahun lalu sebesar Rp 440 miliar,” ujar Pinta kepada KONTAN, Selasa (1/8).

Produksi CPO Smart pada enam bulan pertama 2017 naik 14% menjadi 385.000 ton dibandingkan periode sama 2016. Hingga akhir tahun, Smart memproyeksikan produksi CPO naik 150%. Untuk target penjualan, Pinta menyebut akan bergantung pada harga pasar CPO internasional. Sedangkan harga CPO tergantung pasokan dan permintaan minyak nabati serta harga minyak mentah dunia.

Selain Smart, kinerja positif juga dicatatkan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ). Perusahaan ini membukukan pendapatan US$ 67 juta pada semester I-2017. Pendapatan tumbuh hampir 30% dibandingkan periode sama 2016 yang sebesar US$ 52 juta.

Lucas Kurniawan, Direktur Keuangan ANJ menjelaskan, produksi dan harga minyak kelapa sawit memberikan kontribusi kenaikan pendapatan ANJ. “Secara keseluruhan produksi CPO kami naik 15,7%, dan harga jual rata-rata juga naik,” jelasnya.

Laporan keuangan perusahaan menunjukkan, penjualan CPO ANJ naik 19% dari 72.600 ton menjadi 86.500 ton. Sementara penjualan inti sawit (PK) mengalami sedikit penurunan dari 17.788 ton menjadi 16.449 ton. Kenaikan penjualan terjadi seiring dengan kenaikan produksi CPO ANJ pada semester I-2017 sekitar 15% dibandingkan periode tahun sebelumnya menjadi 87.350 ton. Itulah sebabnya sebanyak 93% kinerja operasional ANJ berasal dari hasil penjualan CPO dan inti sawit atau Palm Kernel (PK).

Terbantu cuaca

Namun kisah berbeda dialami PT Provident Agro Tbk. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan, pendapatan pada semester I-2017 turun 39,7% dari periode sama 2016 menjadi Rp 382 miliar atau. Walau begitu PALM masih mencatatkan laba Rp 51 miliar, sementara di 2016 rugi Rp 48 miliar.

Keuntungan didapat karena adanya penurunan beban pokok pendapatan yang signifikan. Sebelumnya pada semester satu 2016 PALM memiliki beban pokok sebesar Rp 451 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun 2017 beban pokok sebesar Rp 250 miliar.

Selain itu beban usaha dan beban lain semester pertama tahun 2016 pun jauh lebih besar dari periode yang sama di tahun 2017. Hal itulah yang membuat PALM sebelumnya merugi meskipun pendapatannya jauh lebih besar.

Iskandar Andi Nuhung, Direktur Eksekutif Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mengatakan prospek produksi CPO tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Bahkan ia memprediksi produksi CPO bisa tembus di atas 36 juta ton, jauh lebih tinggi dari 2016 yang 33 juta ton. “Hal ini terjadi karena cuaca yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sumber :  Kontan



Berita : Terkait