PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Tandan Buah Sawit

08 Agustus 2017 - 07:54:12 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 75

Pendapatan Sampoerna Agro Capai Rp 1,61 Triliun

Qayuum Amri Aug 7, 2017

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Sampoerna Agro Tbk beserta anak perusahaannya (“Sampoerna Agro” atau “Perseroan”) membukukan pendapatan Rp 1,2 Triliun per 30 Juni 2017, atau tumbuh 50″% daripada periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,07 triliun.

Pertumbuhan pendapatan ditopang kenaikan volume penjualan dan harga minyak sawit. Penjualan minyak sawit tumbuh 14% menjadi 142.773 ton dibandingkan pertengahan tahun lalu berjumlah 125.247 ton. Begitupula harga jual naik 24% menjadi Rp 8.555 per kilogram. Alhasil, produk minyak sawit Perseroan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penjualan mencapai Rp1.221,04 milyar, atau bertumbuh 41% secara tahunan.

Dibandingkan minyak sawit, kinerja produk inti sawit pada 6M17 lebih cemerlang jika dibandingkan 6M16, dengan peningkatan penjualan sebesar 101% yang mencapai sebesar Rp240,97 milyar. Hal tersebut dipicu oleh peningkatan harga jual rata-rata dan volume penjualan yang masing-masing meningkat sebesar 51% dan 33%. Harga jual rata-rata inti sawit pada 6M17 mencapai Rp8,028/kg.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Sampoerna Agro membukukukan laba bersih sebesar Rp174,15 milyar, padahal Perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp84,22 milyar pada periode sama tahun lalu.

Setelah lebih dari setengah tahun sejak NOAA menyatakan fenomena alam La Nina pada triwulan keempat tahun lalu (“4Q16”), hujan masih tetap mengguyur sebagian besar wilayah kebun kelapa sawit Perseroan hingga akhir Juli. Untungnya, intensitas hujan di perkebunan Perseroan yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan telah berkurang sekitar 30% dibanding puncaknya pada 4Q16.

Pengaruh hujan pada tanaman sawit sering diasosiasikan dengan dua hal; meskipun tingkat rendemen minyak sawit yang dihasilkan cenderung menurun, namun di sisi lain, tingkat curah hujan yang berkecukupan biasanya juga diikuti hasil panen TBS yang melimpah, dan berujung pada hasil produksi minyak sawit yang meningkat.
Pada semester pertama 2017, tingkat rendemen minyak sawit Perseroan menurun menjadi 21,7%, atau berada 0,4% dibawah level yang dihasilkan pada pertengahan tahun 2016. Namun di sisi lain, Sampoerna Agro berhasil menghasilkan 136.707 ton minyak sawit sepanjang semester pertama, atau 38% lebih tinggi dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Tanaman sawit Perseroan di wilayah Sumatera memimpin peningkatan tersebut karena volume produksi secara rata-rata mencetak pertumbuhan sebesar 55% dibandingkan periode sama tahun lalu, yang menghasilkan 89.824 ton minyak sawit. Sementara itu, perkebunan sawit Perseroan di wilayah Kalimantan menghasilkan 46.883 ton minyak sawit pada periode yang sama, atau meningkat sebesar 15%.

 Sumber : https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/pendapatan-sampoerna-agro-capai-rp-161-triliun/



Berita : Terkait