PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Mendag Enggar. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

11 Agustus 2017 - 08:00:52 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 220

Mendag Enggar heran RI & Rusia negara besar tapi nilai ekspor kecil

Kamis, 10 Agustus
Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita heran capaian nilai perdagangan Indonesia dan Rusia sejauh ini masih tergolong kecil. Padahal, Indonesia dan Rusia merupakan dua negara besar.

Menteri Enggar mengatakan, ekspor Indonesia ke Rusia dari Januari hingga Mei mencapai USD 77 juta. Menurutnya, angka tersebut terbilang kecil untuk dua negara besar seperti Indonesia dan Rusia.

"Surplus kita cukup lumayan, dari Januari hingga Mei saja USD 77 juta. Tapi angka tersebut kecil untuk kedua negara besar," jelasnya di Kantornya, Jakarta, Kamis (10/8).

Pemerintah menargetkan capaian ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia pada 2017 meningkat 20,87 persen atau sebesar USD 1,52 miliar. Hal tersebut disampaikan Mendag Enggar usai melakukan kunjungan kerja dalam rangka misi dagang ke Rusia pada 3 sampai 5 Agustus lalu.

"Ekspor nonmigas ke Rusia ditargetkan meningkat 20,87 persen atau sebesar USD 1,52 miliar untuk menunjang target peningkatan ekspor nonmigas pada 2017. Misi dagang ini juga dimaksudkan untuk memperluas akses pasar ke mitra nontradisional, khususnya Rusia dan negara negara Eurasia," ujar Menteri Enggar.

Dalam kunjungan tersebut salah satu hasil yang dicapai yaitu kesepakatan beberapa transaksi dagang minyak kelapa sawit antara pengusaha Indonesia dan Rusia dengan jumlah total 90.000 ton per bulan. Pada kesempatan tersebut, Mendag menegaskan produk minyak kelapa sawit Indonesia telah memenuhi aspek kesehatan, higienitas, dan kebersihan.

"Kita sampaikan produk minyak kelapa sawit Indonesia merupakan yang terbaik di dunia ini juga terjamin dari sisi keberlanjutan," kata Menteri Enggar.

Selain dengan Rusia, Menteri Enggar juga menjajaki peluang kerja sama dengan negara-negara Eurasia (Rusia, Belarusia, Armenia, Kazakhstan, dan Krgystan) melalui pertemuan bilateral dengan Menteri Integrasi dan Makro Economi Eurasia Economic Commission (EEC). Kedua Menteri sepakat untuk segera menyusun MoU untuk mendorong sebagai langkah awal pendorong perdagangan Indonesia dengan Eurasia dan kemungkinan merundingkan FTA antara lndonesia dan Eurasia.

Sebagai informasi, Rusia adalah mitra dagang Indonesia yang ke-23. Nilai total perdagangan Indonesia-Rusia tahun 2016 tercatat USD 2,11 miliar, dan Indonesia mendapat surplus USD 410,9 juta yang seluruhnya berasal dari surplus sektor nonmigas. Ekspor nonmigas Indonesia tercatat USD 1,26 miliar, sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Rusia tercatat USD 850,6 miliar. Adapun perkembangan ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia tahun 2012-2016 tercatat positif 8,5 persen.

[bim]

Sumber : https://www.merdeka.com/uang/mendag-enggar-heran-ri-rusia-negara-besar-tapi-nilai-ekspor-kecil.html

 



Berita : Terkait