PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Sejumlah Provinsi Dorong Pembangunan Rendah Karbon

10 Oktober 2017 - 11:17:33 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 117

Sejumlah Provinsi Dorong Pembangunan Rendah Karbon

10 October 2017  | Administrator img

InfoSAWIT, JAKARTA - Di penghujung sore pada pertengahan bulan Juli lalu, sejumlah kepala daerah, donor, pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya berkumpul di Hotel Pullman Jakarta, untuk membicarakan masalah-masalah lingkungan dan pembangunan dengan konsep rendah karbon.

Dalam pertemuan itu, hadir perwakilan pemerintah provinsi anggota GCF Indonesia yang meliputi, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Sejumlah pemerintah tersebut telah merumuskan beberapa poin kepedulian pemerintahan sub-nasional terhadap hutan dan perubahan iklim dalam suatu platform yang disebut Balikpapan Challenge.

Balikpapan Challenge adalah inisiatif baru dari Pemerintahan Sub-Nasional setingkat Provinsi dan Negara Bagian yang menyatukan pemerintah, perusahaan, masyarakat sipil, petani, dan masyarakat adat dalam komitmen aksional mengurangi deforestasi dan memerangi perubahan iklim.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, selaku tuan rumah GCF, bersama dengan Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU) sebagai Sekretariat GCF Indonesia, meluncurkan platform Balikpapan Challenge pada Pertemuan Tahunan GCF di Balikpapan pada 25-29 September 2017 ini di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Forum GCF menyelengarakan pertemuan tahunan yang akan dihadiri oleh Gubernur-Gubernur anggota GCF seluruh dunia dari 8 negara, yang beranggotakan para gubernur dari 35 Provinsi dan Negara Bagian di seluruh dunia.

Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, mengatakan, pihaknya menyambut baik pertemuan ini karena menjadi solusi bagi perlindungan lingkungan secara konsisten.

Kendati demikian Muhammad Lakotani mengakui, pembangunan juga harus tetap dilakukan. Bahkan pihak pemerintah provinsi Papua Barat tetap membuka potensi datangnya investasi. “Lingkungan jangan sampai rusak,terlebihPapua Barat telah ditetapkan sebagai provinis konservasi. Namun provinsi ini tidak menutup diri terhadap investasi,” katanya belum lama ini di Jakarta.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Timur (Kaltim), Rizal Indra Riadi, mengatakan, untuk wilayah Kalimantan Timur mengenai upaya mendorong perlindungan lingkungan, pemerintah provinsi telah menerapkan berbagai program, di antaranya, meluncurkan program Kaltim Green. Program ini merupakan dorongan untuk menanam 1 orang 5 pohon (1 man 5 trees). “Semenjak 2011 lalu hingga saat ini tercatat ada sebanyak 36 juta pohon yang telah tertanam, belum termasuk penanam pada program reboisasi yang dilakukan sektor tambang dan kehutanan,” katanya.

Lantas sebagai bentuk komitmen tinggi terhadap penerapan konsep pembangunan rendah karbon, pemerinta provinsi pun telah sepakat untuk tidak lagi memberikan ijin baru semenjak 2008 lalu, untuk sektor pertambangan, kehutanan dan perkebunan.

Bahkan, kata Rizal, pemerintah provinsi Kaltim telah melakukan pencabutan terhadap ijin-ijin yang bermasalah. Misalnya, di sektor pertambangan sebanyak 4004 IUP, termasuk sebanyak 800 IUP untuk sektor kehutanan telah dicabut. Pencabutan ini, dalih Rizal, telah menyelamatkan sekitar 2,5 juta ha. “Kegiatan ini cukup besar pengaruhnya terhadap penurunan nilai emisi karbon yang dikeluarkan Kaltim,” katanya kepada InfoSAWIT, di Jakarta.  (T2)

Sumber : http://www.infosawit.com/news/7086/sejumlah-provinsi-dorong-pembangunan-rendah-karbon



Berita : Terkait