PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
CPO

10 Oktober 2017 - 11:22:14 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 33

Agustus, Ekspor Minyak Sawit Asal Indonesia Naik 24%

10 October 2017  | Administrator img

InfoSAWIT, JAKARTA - Menipisnya cadangan minyak nabati di beberapa negara tujuan ekspor mendorong pasar minyak sawit global terus bergeliat. Misalnya saja, pada Agustus 2017 lalu, ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) mengalami peningkatan sebesar 24% atau mencapai 2,98 juta ton dibandingkan bulan Juli lalu yang hanya sekitar 2,40 juta ton.

Merujuk infomasi dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), meningkatnya ekspor minyak sawit dari Indonesia didukung oleh permintaan dari China yang meningkat sangat signifikan. Selama Agustus Negeri Tirai Bambu ini menaikkan permintaan minyak sawitnya dari Indonesia sebesar 169% atau dari 167,28 ribu ton di Juli melambung menjadi 449,20 ribu ton di Agustus. “Ini adalah rekor permintaan tertinggi Negeri Panda tersebut sepanjang tahun 2017. China meningkatkan pasokan minyak sawit untuk mengisi stok di dalam negeri,” tutur Sekretaris Jenderal GAPKI, Togar Sitanggang dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT.

Demikian pulaBangladesh dengan mencatatkan kenaikan permintaan minyak sawit dari Indonesia sebesar 51% atau dari 91,69 ribu ton di Juli, naik menjadi 138,17 ribu ton. Lantas ada Amerika Serikat, India dan negara-negara Uni Eropa dengan kenaikan masing-masing 29%, 21% dan 14%. Seperti diketahui, sejak Agustus 2017 India efektif memberlakukan kenaikan pajak impor untuk CPO menjadi 15% dan refined productsebesar 25% atau masing-masing naik 7,5% dan 15% daripada sebelumnya. Kenaikan pajak impor ini tidak menyurutkan para trader untuk membeli CPO dan turunannya.

Hal ini dipacu oleh keterbatasan persediaan dan di saat yang sama, produksi kedelai di Kanada dan Australia juga memburuk karena cuaca yang tidak mendukung. Sehingga ada kekhawatiran, stok global minyak nabati akan berkurang dan harga dipastikan akan naik jika pasokan global ketat.

Sebaliknya, Pakistan mengurangi impor minyak sawitnya dari Indonesia sebanyak 6%, atau semula pada Juli, mengimpor 206,46 ribu ton, berkurang menjadi 194,38 ribu ton pada Agustus. Penurunan juga diikuti oleh negara-negara Afrika dan Uni Eropa masing-masing 3% dan 2,5%. (T2)

Sumber : http://www.infosawit.com/news/7082/agustus--ekspor-minyak-sawit-asal-indonesia-naik-24-



Berita : Terkait