PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Di Hadapan Diplomat, Ketum GAPKI Bicara Sisi Positif Sawit

12 Oktober 2017 - 07:47:50 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 16

Di Hadapan Diplomat, Ketum GAPKI Bicara Sisi Positif Sawit

Qayuum Amri Oct 11, 2017


JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Penguatan diplomasi dan komunikasi sawit di tingkat global menjadi kebutuhan utama. Diplomasi aktif sangat berguna menepis tudingan negatif yang gencar dilakukan banyak negara Eropa dan Amerika.

“Kita perlu perkuat diplomasi dan komunikasi di level global. Dunia internasional harus lebih fair menilai kelapa sawit,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono di hadapan sejumlah diplomat senior peserta program Sesparlu (Senior Diplomat Course) batch ke-57 di Pudiklat Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Rabu (11/10), dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Dalam kegiatan ini hadir diplomat Indonesia, dan diplomat senior dari negara sahabat.
Joko memaparkan, salah satu kampanye negatif adalah terkait isu kehutanan seperti deforestasi, keanekaragaman hayati, maupun tudingan industri sawit yang merambah lahan gambut hingga menyebabkan kebakaran hutan.

Tudingan bahwa industri sawit penyebab kebakaran hutan itu, menurut Joko, tidak benar sama sekali. Ia menunjukkan dokumentasi dan berita bahwa kebakaran hutan juga terjadi di negara lain, baik di Amerika maupun Eropa. Kebakaran-kebakaran di Amerika dan Eropa itu, menurutnya, menggambarkan bahwa negara selama ini yang sering mengatasnamakan kepentingan dunia tentang pentingnya menjaga lingkungan, ternyata mengalami kebakaran hutan juga.

“Saya memastikan bahwa sektor kelapa sawit Indonesia telah memenuhi prinsip-prinsip keberlanjutan,” kata Joko.

Bahkan, kata Joko, sejak tahun 2014 pemerintah mewajibkan seluruh perkebunan kelapa sawit di Indonesia bersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). “Dan pemerintah saat ini sedang memperkuat ISPO agar semakin diterima di dunia internasional.”

Sementara itu, Dinna Wisnu Ph.D, associate professor Universitas Atmajaya, yang juga menjadi fasilitator penyelenggaraan acara ini sengaja mengundang pelaku industri sawit untuk berbagi informasi di hadapan para diplomat yang tengah mengikuti program Sesparlu.

“Andalan Indonesia kan sektor migas dan non migas. Untuk non migas yang paling tepat adalah industri kelapa sawit,” ujarnya.

Dinna menjelaskan bahwa para diplomat perlu diberi wawasan tentang bagaimana komoditas strategis Indonesia ini menghadapi berbagai tekanan global.

Sumber : https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/di-hadapan-diplomat-ketum-gapki-bicara-sisi-positif-sawit/



Berita : Terkait