PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Gelombang Investasi

20 Juni 2018 - 07:46:18 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 127

Pasang Surut Gelombang Investasi Sawit

20 June 2018  | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit yang sangat pesat di Indonesia, merupakan bagian dari kemajuan bisnis di Indonesia. Pasalnya, perkebunan kelapa sawit nasional, sudah dikembangkan secara komersil lebih dari 100 tahun. Perkebunan kelapa sawit nasional, sering pula mengalami pasang surut gelombang investasi dalam berbagai kondisi usaha.

Gelombang investasi perkebunan kelapa sawit nasonal, telah dilakukan sejak 1980an hingga 1990an. Bermula dari program pemerintah, melalui program transmigrasi nasional, yang menggunakan usaha perkebunan sebagai kegiatan ekonomi berbasis lahan perkebunan di berbagai daerah yang masih jarang penduduknya.

Melalui program pemerintah tersebut, keberadaan masyarakat di suatu pulau yang padat penduduknya, dipindahkan (transmigrasi) ke pulau atau daerah yang masih jarang penduduknya. Didaerah baru tersebut, masyarakat diberikan lahan darat untuk dikelola menjadi areal perkebunan. Dimana, program perkebunan yang dilakukan pemerintah melalui pembangunan Perkebunan Inti-Rakyat Transmigrasi (PIR Trans).

Biasanya, masyarakat yang mengikuti program PIR Trans, akan mendapatkan lahan sebesar 2,250 hektar. Dimana lahan perkebunan yang dikelola masyarakat seluas 2 hektar, sedangkan lahan untuk rumah dan pekarangan seluas 0,25 hektar. Namun, kondisi keberadaan lahan, sangat bergantung dari daerah lokasi perkebunan, yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengelolaan lahan perkebunan, juga melibatkan perusahaan Perkebunan Besar Negara (PBN) dan Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) untuk terlibat membantu masyarakat mengelola perkebunannya. Memang, pengelolaan perkebunan sejak awal dilakukannya program pemerintah selalu melibatkan perusahaan perkebunan untuk membantu masyarakat.

Dalam melakukan program pembangunan nasional berbasis PIR Trans, pemerintah sudah melihat adanya kesenjangan kemampuan dari masyarakat dalam melakukan praktek budidaya. Sebab itu, pemerintah selalu melibatkan perusahaan perkebunan untuk membantu masyarakat. Seringkali pula, program ini dikenal sebagai program Anak Bapak Angkat (ABA).

Dimana, perusahaan perkebunan sebagai Bapak Angkat dan masyarakat yang terlibat sebagai petani dikenal sebagai Anak. Program ABA ini, dilakukan pemerintah melalui pendanaan dari Kementerian/Lembaga Bank Indonesia (KLBI).

Melalui program PIR Trans, beberapa komoditas perkebunan telah dipilih pemerintah untuk dikembangkan di berbagai daerah, termasuk perkebunan kelapa sawit. Melalui pembangunan perkebunan kelapa sawit, semua pulau besar yang ada di Indonesia, seperti Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, menjadi tempat pertumbuhannya. (Sunarso, President Director, PT Pegadaian - Persero)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait