PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Foto ilustrasi

16 April 2019 - 08:19:41 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 53

Mentan: Penggunaan Biodiesel Sawit Bisa Hemat Uang Negara Puluhan Triliun

16 April 2019 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA – Guna menjawab tantangan global terhadap energi terbarukan yang ramah lingkungan melalui penggunaan bahan pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melaunching uji coba perdana biodiesel 100% (B100) di kantor pusat Kementan, Jalan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

"Inilah energi masa depan kita dan dunia dalam menjawab kebutuhan masyarakat di era mendatang," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Amran menjelaskan, pengembangan energi terbarukan menjadi keniscayaan untuk memenuhi kebutuhan lokal dan internasional. Karena itu, perlu adanya sumber energi pengganti bahan bakar fosil seperti biodiesel yang harus dikembangkan.

Produksi biodiesel B20 pada tahun 2018 mencapai kurang lebih 6,01 juta kiloliter. Jumlah tersebut meningkat tajam jika dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3,30 kiloliter.

Namun demikian, tutur Amran, perkembangan biodiesel ini masuk pada pembahasan isu strategis di belahan dunia manapun. Untuk saat ini Indonesia tercatat telah sukses mengembangkan B20 yang disusul dengan B30. Selanjutnya Indonesia berhasil meracik bahan bakar menjadi B100.

Pengembangan biodiesel berbasis sawit di Indonesia dianggap lebih maju ketimbang negara tetangga, tercatat negara jiran baru menerapkan campuran biodiesel 7% (B7) dan baru akan menuju B10. Kata Amran capaian Indonesia menerapkan kebijakan biodiesel merupakan prestasi yang luar biasa. “Apalagi, penggunaan biodiesel B100 ini juga mampu menghemat devisa dan efisiensi solar," katanya.

Merujuk data Kementerian ESDM, kebutuhan solar nasional mencapai 31,19 kiloliter. Sementara produksi solar dalam negeri mencapai 20,8 juta kiloliter. Maka Indonesia masih membutuhkan impor solar sebanyak 10,89 juta kiloliter atau setara Rp 157,44 triliun.

"Untuk menutupi impor solar, kita membutuhkan produksi biodiesel B100 sebanyak 14,14 juta kiloliter atau setara Rp 115,38 triliun. Artinya, kalau kita bisa menutupi kebutuhan impor solar dengan pengembangan biodiesel ini, maka ada penghematan mencapai kurang lebih Rp 42 triliun per tahun," katanya.

Seperti diketahui bersama, bahan dasar energi ini merupakan minyak sawit kasar atau Crude Palm Oil (CPO). Produksi CPO sendiri saat ini mencapai 41,6 juta ton. Sedangkan ekspor CPO mencapai kurang lebih 34 juta ton atau setara Rp 270 triliun.

Adapun biodiesel B100 ini adalah bahan bakar yang digunakan secara langsung pada mesin diesel tanpa dicampur dengan minyak fosil. "Kementan sendiri sudah melakukan berbagai upaya bahkan berhasil membuat reaktor biodiesel multifungsi generasi ke-7 yang mampu mengolah 1.600 liter bahan baku per hari," tandas dia. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait