PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Foto ilustrasi

20 Juni 2019 - 07:46:02 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 47

Infeksi Ganoderma Akibat Rusaknya Agroekosistem Tanah Kebun Sawit

20 June 2019 | by : Administrator
 
InfoSAWIT, JAKARTA - Saat ini penyakit Ganoderma menjadi permasalahan serius bagi perkebunan kelapa sawit karena menyebabkan kerugian yang sangat signifikan. Kerugian yang  disebabkan tidak hanya berupa kehilangan produksi tetapi juga penurunan efisiensi pengelolaan kebun. Penggunaan pupuk kimia dengan unsur hara yang tidak tepat akan mengakibatkan tanaman menjadi lemah dalam  menghadapi serangan hama dan penyakit.
 
Sedangkan penyebab utama merebaknya infeksi Ganoderma dipastikan karena rusaknya agroekosistem di dalam tanah, dimana musuh alami jamur patogen semakin berkurang akibat tekanan lingkungan karena penggunaan produk kimia yang berlebihan. Sementara, penyebaran spora Ganoderma terus terjadi dan menginfeksi tanaman sawit jika pertahanan musuh alaminya lemah. 
 
Suatu angka yang sangat besar apabila masalah ini terus dibiarkan tanpa antisipasi pencegahan, maka dipastikan  akan terus memperluas serangan dengan menggerogoti populasi sawit yang pada akhirnya menimbulkan kerugian besar pada investasi perkebunan sawit.
 
Kunci  tanaman sehat adalah jika perakarannya juga sehat. Pupuk yang berkualitas adalah pupuk yang dapat memperbaiki keasaman tanah dan merangsang perakaran sehingga proses pemupukan kelapa sawit bisa berjalan dengan baik.
 
Seperti kombinasi aplikasi pupuk MOAF®  dan pengendali hayati CHIPS® yang diformulasi secara spesifik akan  menjadikan perakaran yang sehat, sehingga Ganoderma tidak mempunyai kesempatan untuk menyerang tanaman.
 
Dalam studi kasus, berlokasi di Labuhan Batu, Sumatera Utara, dengan jenis tanah PMK, tahun tanam 2010, dimana kebun sawit milik Perusahaan Sawit Swasta.
 
Pada Oktober 2017 diketahui adanya infeksi Ganoderma dimana warna daun kuning dan terlihat akumulasi 3 daun tombak yang tidak membuka, pelepah daun berpatahan, terdapat basidiokarp Ganoderma pada pangkal batang,  serta perolehan produksi cukup rendah (banyak bunga jantan).
 
Setelah melalui proses analisa dan formulasi oleh PKT, maka pada Januari 2018 diaplikasikan MOAF® untuk suplai hara makro dan mikro guna memperbaiki perkembangan vegetatif pohon kemudian dilanjutkan aplikasi CHIPS® 2.1 untuk  pengendalian Ganoderma. Setelah 4 bulan aplikasi, serangan Ganoderma terkendali dimana pertumbuhan akar baru sudah membaik sehingga penyerapan hara menjadi lebih optimal.  
 
Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait