PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Foto : Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit

09 April 2020 - 09:26:53 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 295

Mengoreksi Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar

09 April 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan predikat luas lahan perkebunan kelapa sawit ketiga terbesar di Indonesia, namun dengan tingkat kemiskinan tertinggi di pulau Kalimantan.

Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Muhammad Teguh Surya, mengungkapkan, perluasan wilayah perkebunan sawit di Kalimantan Barat selama ini ternyata tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi lokal. Sehingga selayaknya pemerintah daerah memberikan fokus pada penyeimbangan jenis komoditas di suatu wilayah.

“Harapannya, komoditas perkebunan lainnya dapat turut bersaing sebagai kontributor perekonomian daerah sehingga daerah dapat lebih tahan menghadapi kondisi ekonomi yang bergejolak. Menggantungkan ketahanan ekonomi hanya pada satu komoditas unggulan seperti sawit tentu bukan hal yang bijak saat ini,” ujarnya dalam Diskusi Online “Masa Depan Kalimantan Barat di Era Sawit” pada Rabu, (8/4/2020) yang diikuti InfoSAWIT.

Lebih lanjut kata Teguh, khusus untuk komoditas sawit, tantangan terbesar pemerintah daerah Kalimantan Barat saat ini adalah rendahnya tingkat produktivitas. Sebab itu Pemerintah Daerah Kalimantan Barat perlu memprioritaskan peningkatan produktivitas sawit secara optimal dan mengurungkan ekspansi perkebunan sawit.

“Ini sejalan dengan amanat Inpres No. 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit,” kata Teguh.

Sementera diungkapkan, Peneliti Muda Yayasan Madani Berkelanjutan, Erlangga, saat ini, luasan area sawit tertanam di Kalimantan Barat masih didominasi oleh perkebunan swasta. Dimana lahan sawit perkebunan swasta mencapai 1,09 juta hektare sementara luas perkebunan rakyat hanya 413 ribu hektare dan perkebunan negara hanya 56,7 ribu hektare.

Lebih lanjut kata Erlangga, selama periode 2011-2018, perkebunan swasta di Kalimantan Barat mengalami peningkatan luas sawit tertanam yang paling signifikan, yakni 91,5 ribu hektare/tahun sementara luas perkebunan rakyat hanya bertambah rata-rata 19,7 ribu hektare/tahun dan perkebunan negara justru mengalami pengurangan luas sebesar 770 hektare per tahun.

“Fakta tersebut menunjukkan masih timpangnya penguasaan lahan sawit di Kalimantan Barat,” tutur Erlangga. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait