PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Buah kelapa sawit

20 Juni 2018 - 07:40:03 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 22

Hasil Trilog, Uni Eropa Tangguhkan Kebijakan Minyak Sawit Indonesia

20 June 2018 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA – Sebelumya pihak Uni Eropa bakal menerapkan kebijakan energi baru dan terbarukan terhadap biodiesel barbasis minyak sawit akan dihentikan penggunaannya sampai tahun 2021.

Namun setelah menerima diplomasi dari pihak Indonesia yang menganggap dasar penerapan kebijakan Parlemen Uni Eropa terhadap minyak sawit asal Indonesia tidak logis, apalagi alasannya lebih pada sisi kerusakan hutan dan lingkungan yang masih perlu dilakukan riset lebih dalam.

Merujuk informasi dari komisi Eropa yang telah melakukan pertemuan tiga lembaga tertinggi di Uni Eropa yaitu Komisi Eropa, Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa (yang terdiri dari Negara-negara Anggota Uni Eropa) – pada tanggal 14 Juni lalu, telah mencapai kesepakatan politik yang ambisius untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Eropa.

Termasuk dalam kerangka peraturan yang baru ini adalah target energi terbarukan yang mengikat untuk Uni Eropa yakni sekurang-kurangnya sebesar 32% pada tahun 2030 dibanding 27% selama ini, dan prosentase ini mungkin ditingkatkan lagi setelah tinjauan pada tahun 2023. Hal ini akan memungkinkan Eropa untuk mempertahankan perannya sebagai pemimpin dalam upaya melawan perubahan iklim, dalam melakukan transisi ke energi ramah lingkungan dan dalam memenuhi tujuan yang ditetapkan oleh Kesepakatan Paris, yaitu membatasi pemanasan global hingga 2°C, dan mencapai keseimbangan antara sumber dan rosot (sink) gas rumah kaca pada paruh kedua abad ini, atas dasar pemerataan, dan dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan upaya untuk memberantas kemiskinan.

Kapan RED II akan mulai berlaku?

Setelah kesepakatan politik pada 14 Juni tersebut, teks Arahan (Directive) harus secara resmi disetujui oleh Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa. Setelah disahkan oleh kedua badan legislasi ini dalam beberapa bulan mendatang, Arahan Energi Terbarukan yang diperbarui (RED II) akan dipublikasikan dalam Jurnal Resmi Uni Eropa dan akan mulai berlaku 20 hari setelah publikasi. Negara-negara Anggota Uni Eropa harus mengambil elemen-elemen baru dari RED II tersebut dan menjadikannya bagian dari undang-undang nasional paling lambat 18 bulan setelah tanggal mulai berlakunya.

Kesepakatan Trilog dan Minyak Sawit

Pertama, tidak ada rujukan khusus atau eksplisit untuk minyak sawit dalam perjanjian ini. Kedua, hasilnya sama sekali bukan larangan ataupun pembatasan impor minyak sawit atau biofuel berbasis minyak sawit. Ketentuan yang relevan dalam RED II hanya bertujuan untuk mengatur sejauh mana biofuel tertentu dapat dihitung oleh Negara-negara Anggota Uni Eropa untuk mencapai target energi berkelanjutan mereka.

Ketiga, Pasar Uni Eropa tetap terbuka untuk impor minyak sawit. Bagi Indonesia, Uni Eropa adalah pasar ekspor minyak sawit terbesar kedua, dan impor Uni Eropa telah meningkat secara signifikan pada tahun 2017, sebesar 28%. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait