PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Foto: Aspek-PIR

19 September 2018 - 08:35:22 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 35

Kemitraan Kunci Keberhasilan Program Sawit Plasma

19 September 2018 | by : Administrator

InfoSAWIT, PEKANBARU – Penerapan Program Sawit Rakyat (PSR), yang digulirkan pemerintah semenjak akhir 2017, menjadi upaya dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit milik petani.

Berawal dari 20 ribu ha terget PSR, ditambah seluas 185 ribu ha di 2018, sayangnya target tersebut ditengarai bakal berhadapan dengan beragam kendala, dari sulitnya memperoleh petani dengan lahan yang telah clean and clear secara legalitas, juga tersebarnya lahan milik petani sawit swadaya yang sporadis.

Pilihannya kemudian jatuh pada petani plasma sawit yang sebelumnya telah bermitra atau eks PIR-Trans, namun demikian tutur Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang, pilihan ini juga tidak mudah lantaran penerapan PSR sejatinya diutamakan bagi petani sawit swadaya.

“Namun hingga saat ini cukup sulit memperoleh kelompok petani sawit swadaya yang kebunnya siap diremajakan, baik dari sisi legalitas dan kepastian data anggotanya,” tutur Togar kepada InfoSAWIT, Selasa (18/9/2018).

Sebab itu mau tidak mau perlu dicarikan alternatif lain untuk lancarnya proses peremajaan sawit rakyat, demi peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit milik petani. Petani yang tergabung dalam Aspek PIR menjadi jalan tengah bagi terwujudnya program tersebut. Hanya saja kata Togar, faktor lain lancarnya PSR perlu penerapan skim kemitraan dengan inti (perusahaan). Kendati hingga saat ini masih muncul pro dan kontra.

Sementara dikatakan Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Herdrajat, dengan adanya alternatif peremajaan sawit rakyat bagi anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR), maka pemenuhan target peremajaan sawit rakyat yang sudah ditetapkan bisa terpenuhi. “Dengan adanya Aspek-PIR maka program ini bisa lebih mudah dilakukan,” katanya.

Sekadar  informasi, selain mengangkat masalah kesiapan petani, masih banyak lagi permasalahan yang akan dibahas terkait peremajaan sawit rakyat dalam acara Koferensi & Expo Kemitraan Petani Kelapa Sawit, di Hotel Pangeran, Pekanbaru, yang diadakan selama 19-20 September 2018.

Acara ini kabarnya secara resmi akan dibuka oleh Gubernur Riau terpilih, BPDP-KS, Kementerian Pertanian dan dihadiri semua anggota Aspek-PIR Indonesia yang sekaligus bakal dideklarikan dalam acara seminar tersebut. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait