PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.(Fabian Januarius Kuwado)

15 February 2018 - 08:16:33 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 30

Indonesia Minta Investor Asal Inggris Tingkatkan Investasi

Kompas.com - 14/02/2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Inggris berpeluang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif terutama di sektor industri.

Salah satu upaya yakni, mendorong para pelaku usaha asal Inggris yang tergabung dalam Kadin Inggris British Chamber (BritCham) untuk dapat memperluas usaha dan menambah investasinya di Tanah Air.

"Sebagian dari mereka sudah ada yang investasi di Indonesia. Kami berharap, melalui BritCham, kerja sama perdagangan Indonesia dan Inggris ikut meningkat," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi usai Breakfast Meeting British Chamber of Commerce Ministerial Series, Selasa (13/2/2018).

Selain itu, lanjut Airlangga, pihaknya juga menargetkan meningkatkan nilai ekspor industri, khususnya produk yang tidak diproduksi di Inggris.

Pada pertemuan itu, Menperin menyampaikan, sejumlah pelaku usaha Inggris memberikan masukan dan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah berupaya menciptakan iklim investasi yang baik dalam pengembangan sektor industri.

"Ada beberapa masukan terkait dengan industry value chain agar industri kita semakin kompetitif di tingkat global," ungkapnya.

Menperin juga menawarkan kepada para anggota BritCham agar dapat melakukan ekspansi atau membangun pabrik baru di beberapa kawasan industri yang telah dibangun, terutama di luar Pulau Jawa.

Mulai dari, kawasan industri Sei Mangkei, Sumatera Utara yang berbasis pada pengembangan industri pengolahan kelapa sawit.

Selanjutnya, di Sulawesi, ada klaster industri logam seperti kawasan industri Bantaeng dan Konawe.

"Sedangkan, yang berbasis petrokimia, kami dorong di Bintuni, dan di Masela untuk ke depannya," sebut Menperin.

Berdasarkan data Kemenperin, Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar bagi Indonesia dari negara-negara Eropa dengan nilai 2,48 miliar dollar AS pada tahun 2016.

Dalam hal investasi, Inggris menempati urutan ke-2 terbesar investor asal Eropa dengan nilai 306 juta dollar AS pada tahun 2016.

Ekspor utama Indonesia ke Inggris mencakup alas kaki, mesin elektrik dan perlengkapannya serta barang dari kayu. Sementara impor dari Inggris juga didominasi oleh produk permesinan serta peralatan medis.

Sumber : http://kompas.com



Berita : Terkait