PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Minyak Kelapa Sawit

01 Maret 2018 - 12:43:01 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 289

Minyak Sawit dan Gizi Kesehatan

Redaksi SI Mar 1, 2018

Salah satu isu kampanye negatif/hitam yang sering digunakan para pesaing minyak sawit adalah keterkaitan antara minyak sawit dengan maslah gizi dan kesehatan.Tuduhan bahwa minyak sawit tidak baik untuk kesehatan dan mulai dilakukan pesaing minyak sawit sejak akhir tahun 1970-an.

Berbagai riset gizi dan kesehatan terkait dengan komsumsi minyak sawit juga sudah banyak dilakukan oleh berbagai ahli baik di Indonesia, Malaysia maupun di negara-negara lain. Riset-riset tersebut bukan hanya memberikan empirical evidence untuk counter tuduhan negatif terhadap sawit, tapi juga untuk memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat konsumen agar keunggulan gizi yang dimiliki oleh minyak sawit dapat dinikmati konsumen. Aspek gizi dan kesehatan minyak sawit makin penting dengan makin kuatnya perhatian konsumen khususnya di negara-negara maju pada atribut gizi dan kesehatan minyak sawit.

Minyak sawit merupakan minyak makan (edible oil) yang sudah ribuan tahun dikomsumsi oleh masyarakat (Cottrell 1991). Baik sebagai minyak goreng (cooking oil), margarin, shortening maupun sebagai minyak nabati industri pangan. Minyak sawit juga merupakan salah satu dari 17 jenis minyak nabati yang direkomendasikan sebagai bahan pangan oleh FAO dan WHO (Codex Alimentarius Commission, 1983).

Selera terungkap (revealed preferences) masyarakat dunia bisa dilihat dari komposisi komsumsi minyak nabati global. Setidaknya dalam priode 1965-2016 telah terjadi perubahan pola komsumsi minyak nabati global. Pangsa minyak sawit dalam komsumsi 4 minyak nabati utama dunia meningkat cepat dari 22 persen (1980) menjadi 39 persen (2016). Sebaliknya pangsa minyak kedelai turun 55 persen menjadi 33 persen pada priode yang sama.

Perubahan selera komsumsi minyak nabati dunia tersebut, menunjukan bahwa komsumsi minyak nabati masyarakat dunia telah bergeser dari komsumsi minyak kedelai kepada minyak sawit. Dengan kata lain masyarakat duni lebih menyukai minyak sawit daripada minyak nabati yang lain.

Sumber : Mitos vs Fakta, PASPI 2017



Berita : Terkait