PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Perkebunan Kelapa Sawit

08 Maret 2018 - 08:26:40 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 533

Replanting Kelapa Sawit Diharapkan Lebih Cepat

07 Maret 2018

Oleh : Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian menilai pengurangan dana insentif bagi perusahaan biodiesel, dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan program replanting kelapa sawit.

Dirjen Perkebunan Kementan Bambang mengatakan peningkatan dana insentif untuk peremajaan kelapa sawit (replanting) oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) diharapkan mampu meningkatkan percepatan jumlah tanaman yang diremajakan.

"Tahun lalu kan cuma 3% sekarang itu 22%, jadi ayo kita tunjukkan komitmen bersama oleh semua elemen," katanya, Rabu (7/3).

Dia mengatakan telah mengundang sejumlah pelaku usaha industri benih untuk menyediakan benih-benih unggulan yang bersertifikat bagi petani yang memenuhi syarat. Setelah itu, regulator membagi pelaku usaha ke masing-masing wilayah sesuai dengan target yang ditetapkan.

Menurutnya target replanting pemerintah cukup besar dengan cakupan lahan seluas 2,4 juta hektare. Sementara ini, katanya, baru 185.000 hektare yang ingin dikejar sampai demgan akhir tahun.

"Tahun ini harus optimal 185.000 hektare kalau bisa lebih. Jadi tahun depan bisa bertambah 300.000-500.000 hektare supaya cepat selesai. Tapi kan tahun depan, kalau ada yang tua akan bertambah lagi [luasnya]," katanya.

Lahan sawit tersebut berada di 25 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Bambang mengatakan yang terbesar ada di 20 provinsi. Dia pun menyebut akan memberikan prioritas peremajaan bagi pemerintah provinsi dan petani yanh siap.

"Sawit kita ada di 25 provinsi, yang lebih besar ada di 20 provinsi. Kita berikan peremajaan ke provinsi yg siap.
Jadi berikan prioritas ke mereka," katanya.

Sementara itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) mengurangi jatah insentif bagi perusahaan biodiesel menjadi 70% dari total pungutan ekspor komoditas kelapa sawit beserta turunannya pada tahun ini.

Dana insentif tersebut berkurang 20% dari jumlah semula yang mencapai 90% dari total pungutan komoditas ekspor. Tahun lalu BPDP-KS berhasil menghimpun dana sekitar Rp14,2 triliun, sedangkan tahun ini ditargetkan Rp10,9 triliun.

Direktur Penyaluran Dana BPDP Kelapa Sawit Edi Wibowo mengatakan 30% sisanya disalurkan ke pihak lain dengan rincian alokasi dana sebagai beriku: 22% peremajaan lahan, dana cadangan 4%, pengembangan SDM 2%, Riset Pengembangan 2%, Sarana dan Prasarana 2%, lalu promosi 2%.

BPDP-KS menyalurkan dana lebih besar kepada program peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produktivitas petani swadaya dan mencegah pembukaan lahan secara illegal.

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Sumber : Bisnis Indonesia



Berita : Terkait