PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Foto : istimewa

16 April 2018 - 08:16:53 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 119

Produsen Minyak Sawit Protes Keras Atas Rencana Kebijakan Iceland

15 April 2018 | by : Administrator
 
InfoSAWIT, JAKARTA -  Keputusan yang diambil Iceland Co untuk tidak lagi memasarkan produk yang memiliki kandungan minyak sawit pada akhir 2018 ini memunculkan protes keras bagi negara-negara produsen minyak sawit di dunia.
 
Para produsen kelapa sawit di dunia yang tergabung dalam Council of Palm Oil Producer Countries (CPOPC) atau Dewan Negara Produsen Kelapa Sawit yang beranggotakan 10 negara menilai kebijakan Iceland Co diskriminatif dan mendiskreditkan citra positif kelapa sawit di Eropa.
 
Direktur Eksekutif CPOPC Mahendra Siregar  mengungkapkan,  kebijakan Iceland Co akan menyesatkan konsumen secara global. Lantaran keputusan itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan lantaran minyak sawit tergolong minyak nabati yang paling berkelanjutan dan faktor kunci untuk melindungi lahan global terutama karena permintaan minyak nabati terus tumbuh.
 
Lebih lanjut kata Mahendra, kebijakan yang diambil Iceland Co justru akan menyebabkan perubahan penggunaan lahan baru yang lebih besar untuk menggantikan jumlah lahan pertanian kelapa sawit yang sama, yang tidak mungkin dalam skala global apalagi di Eropa. Dari perspektif negara produsen minyak sawit.
 
Kebijakan yang dipilih Iceland Co merupakan  bentuk sifat diskriminatif yang justru menyebabkan degradasi tanah yang parah, perusakan flora dan fauna, pencemaran air tanah dan lautan, serta peningkatan emisi CO2 dari penggunaan lahan alternatif.
 
Kata Mahendra, kampanye penghentian penggunaan minyak sawit oleh Iceland Co juga akan memicu konsumsi air yang lebih besar. Sebab, produksi minyak sawit terbukti menghemat lebih banyak air dibanding minyak nabati lainnya.  
 
 “Kami percaya bahwa CPOPC dan Iceland Co dapat berbagi kepedulian yang sama terhadap lingkungan. Tentu saja, negara-negara penghasil kelapa sawit ingin melindungi warisan alam mereka sendiri selama beberapa generasi yang Anda sebutkan sebagai permata mahkota planet kita,” ucap Mahendra dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Minggu (15/4/2018).
 
Sebelumnya, Iceland Co, sebuah jaringan supermarket di Inggris, mengumumkan akan berhenti menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit pada produknya. Hal tersebut dilakukan karena Iceland memandang tata kelola perkebunan sawit dan rantai pasok produsen sawit saat ini berkontribusi terhadap pengrusakan hutan hujan di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia dan Malaysia.
 
Dalam rilis yang dikeluarkan Iceland pada Selasa (10/4/2018), mayoritas konsumen di Inggris menyatakan tidak ingin menjadi bagian dari sistem bisnis perusak habitat orangutan yang kini terancam punah.
 
“Sikap ritel Iceland merupakan tanggapan langsung atas kegagalan sejumlah produsen sawit di Indonesia, yang belum dapat membuktikan pasokan sawit mereka bersih dari praktik deforestasi,” kata Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace untuk Indonesia, Kiki Taufik, dalam keterangan resmi diterima infoSAWIT.
 
Lebih lanjut kata Kiki, citra kelapa sawit di mata dunia dihancurkan sendiri oleh perusahaan-perusahaan sawit yang masih terus menghancurkan hutan dan lahan gambut Indonesia, untuk pembukaan perkebunan baru. “Pemerintah harus bertindak menghentikan perusahaan-perusahaan ini yang merusak citra Indonesia, dan menggagalkan upaya perbaikan tata kelola hutan dan lahan gambut,” kata Kiki.
 
Keputusan ini akan diterapkan di akhir tahun 2018, hingga Iceland mendapat jaminan bahan baku minyak kelapa sawit untuk seluruh produknya, tidak berasal dari pemasok yang masih merusak hutan. (T2)
 
Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait