PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Dirut BPDP Kelapa Sawit, Dono Bustami

16 April 2018 - 08:32:25 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 79

Dirut BPDP Kelapa Sawit, Dono Bustami : Harus Saling Menghormati dan Membutuhkan CPO

16 April 2018  | by : Administrator
 
InfoSAWIT, Jambi – Kunjungan Duta Besar dan perwakilan negara-negara Uni Eropa ke perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi, menurut Dirut BPDP – KS, merupakan bagian dari proses pembelajaran bersama mengenai industri kelapa sawit. Pasalnya, berbagai kebijakan perdagangan Ini Eropa selalu berubah-rubah mengenai produk dari perkebunan kelapa sawit.
 
Kata Dono, berbagai kebijakan Uni Eropa seringkali hanya berdasarkan informasi sebelah pihak yang didengar oleh mereka. Sebab itu, melalui kunjungan Duta Besar dan perwakilan negara-negara Uni Eropa, akan dihasilkan pengetahuan mengenai perkebunan kelapa sawit berdasarkan pengamatan dan pengalaman mereka sendiri.
 
“Bisa jadi, mereka tidak pernah tahu tentang pohon kelapa sawit. Apalagi perkebunan kelapa sawit, lantaran mereka tidak memiliki perkebunan kelapa sawit di negaranya,”kata Dono Boestami menjelaskan.
 
Dengan mendapatkan pengalaman langsung ke perkebunan kelapa sawit, maka para Duta Besar dan perwakilan negara-negara Uni Eropa akan bisa menjelaskan sendiri kepada negaranya masing-masing mengenai keberadaan perkebunan kelapa sawit.Sebab, dengan melihat sendiri secara langsung yang dilakukan secara terbuka kepada publik, akan memberikan pemahaman tersendiri kepada mereka.
 
“Semua orang bisa melihat secara langsung akan kunjungan yang dilakukan, sehingga kesimpulan yang akan mereka ambil bisa menjadi gambaran publik akan kebenarannya. Jika hasil kunjungan yang mereka simpulkan berbeda dengan pemahaman publik, mereka sendiri yang akan mendapatkan kerugian,”ujar Dono kepada InfoSAWIT.
 
Sebab itu, diperlukan saling menghormati dan saling membutuhkan dalam perdagangan CPO di pasar global. Melalui rasa saling yang terjalin, Dono merasa optimis, perdagangan produk CPO dan turunannya ke pasar Uni Eropa akan terus meningkat. “Kita saling membutuhkan, sebab itu perlu keterbukaan dan kerjasama lebih erat, supaya permintaan pasar Uni Eropa dapat terpenuhi melalui pasokan minyak sawit asal Indonesia,”tandasnya.
 
Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait