PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Profesor Yanto

16 April 2018 - 08:35:29 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 103

Profesor Yanto : Perlu Lebih Banyak Akademisi Lakukan Riset Sawit

16 April 2018  | by : Administrator
 
InfoSAWIT, JAMBI – Berbagai isu yang sering berkembang di industri kelapa sawit, menurut Profesor Yanto, memerlukan keterlibatan akademisi untuk penjelasannya. Pasalnya, berbagai isu yang berkembang, bisa terjawab, jika dilakukan pengujian secara akademisi dan dijelaskan secara publik. Sebab itu, keterlibatan akademisi sangat penting, guna memberikan berbagai klarifikasi mengenai berbagai isu kelapa sawit yang berkembang dewasa ini.
 
“Kita tidak bisa menjelaskan isu-isu kelapa sawit hanya dengan melakukan pendekatan diplomasi semata. Melainkan, harus memiliki peranan strategis, melalui berbagai riset ilmiah yang memberikan jawab secara ilmiah atas berbagai isu-isu yang ditudingkan kepada industri kelapa sawit,” kata Guru Besar Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan.
 
Melalui berbagai kajian dan riset ilmiah yang dilakukan akademisi, maka berbagai isu-isu dan tudingan kepada industri kelapa sawit, bisa dijelaskan secara ilmiah kepada publik, termasuk secara langsung kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM). Jika hanya dibicarakan, tidak pernah didapatkan penjelasan dan jawaban yang ilmiah.
 
Kendati diplomasi juga penting dilakukan, namun menurut Profesor Yanto, sangat penting untuk selalu melakukan kajian atau penelitian ilmiah untuk menjawabnya secara ilmiah. Menurutnya, bila penjelasan ilmiah dilakukan berdasarkan kajian atau penelitian, maka perdebatan atas isu-isu yang terjadi, bisa diselesaikan dengan baik dan benar.
 
“Kita bisa berdebat dan beradu argumentasi atas suatu hal dengan baik, jika sudah dilakukan kajian atau riset dengan benar. Sehingga hasil penelitian tersebut, akan menjadi panduan ilmiah bagi semua pihak untuk berbicara dengan benar,”kata Profesor Yanto, lebih lanjut,”kajian atau riset ilmiah, secara umum lebih mendekati kebenaran dibandingkan cara lainnya”. (T1)
 
Sumber : https://www.infosawit.com