PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Presiden Joko Widodo saat meresmikan program peremajaan (replanting) perkebunan kelapa sawit rakyat tahap ketiga di Kabupaten Rokan Hilir, Riau (9/5/2018).

18 Juli 2018 - 07:19:45 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 73

Presiden Jokowi Susun Inpres Pengelolaan Sawit Ramah Lingkungan

17 July 2018

PRESIDEN Joko Widodo akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk meyakinkan berbagai kalangan di dalam negeri maupun di luar negeri mengenai pengelolaan industri kelapa sawit Indonesia yang ramah lingkungan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan Inpres tersebut saat ini tengah dalam proses penyusunan. Inpres disusun untuk menangkal kampanye negatif, khususnya yang dilancarkan di Eropa bahwa kelapa sawit merusak lingkungan.

“Nanti ada Inpres untuk verifikasi, guna memberikan keyakinan bahwa kelapa sawit itu tidak seperti yang mereka pikir,” ungkap Pramono di Istana Kepresiden, Selasa (17/7/2018).

Menurut Pramono, terhadap rencana Uni Eropa untuk membatasi biofuel berbahan dasar minyak nabati termasuk sawit, Presiden Jokowi telah mengirimkan surat kepada Uni Eropa dan sejumlah negara di Eropa. Hasilnya, Uni Eropa menangguhkan penerapan pembatasan biofuel berbahan dasar sawit dari yang tadinya pada tahun 2021 menjadi 2030.

Langkah diplomasi juga akan terus dilakukan. “Perubahan rencana kebijakan dari 2021 ke 2030 adalah hasil lobi dan surat Presiden ke Uni Eropa,” tutur Pramono.

Pemerintah juga berkesimpulan, kampanye negatif terhadap sawit sepenuhnya dilatarbelakangi persaingan bisnis antar-produk minyak nabati. “Setelah kita gali, persoalan sebenarnya adalah persaingan usaha, (sawit menjadi) ancaman bagi produk mereka, yakni biji bunga matahari, dan lain-lain.” ***

Sumber : http://www.bpdp.or.id/id/energi



Berita : Terkait