PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
  • Pohon Kepala Sawit

  • Dinamika Arah Diplomasi Sawit Oleh: Dr. Rio Christiawan,S.H.,M.Hum.,M.Kn.


01 Agustus 2018 - 13:08:06 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 76

Meredam Deforestasi, Tingkatkan Kesejahteraan Petani

01 August 2018 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Besarnya perhatian akan kelestarian hutan dan lahan, juga dilakukan pemerintah, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan petani kelapa sawit melalui berbagai kerjasama dengan multi pihak. Salah satunya, melalui kerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP).

National Platform Manager, UNDP Indonesia, Rini Indrayanti menjelaskan bahwa pembangunan kapasitas petani kelapa sawit diperlukan untuk mendukung upaya keberlanjutan industri kelapa sawit ke depan. UNDP dan Kementerian Pertanian juga telah membentuk Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI) untuk memastikan keberlanjutan dalam sektor kelapa sawit.

“FoKSBI telah merumuskan draft rencana aksi nasional (RAN) yang di dalamnya mencakup pembangunan kapasitas smallholders. RAN yang disusun oleh multisektor di sektor kelapa sawit sedang menunggu surat persetujuan dari dewan pengarah untuk diadopsi dalam payung hukum yang jelas,” jelas Rini (Baca : Meningkatkan Produktivitas Panen Petani sawit, Majalah Infosawit edisi Mei 2018).

Program yang dilakukan UNDP juga diimplementasikan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit, seperti, Sinar Mas Agribusiness and Food dengan melakukan program Desa Makmur Peduli Api.

Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang menjelaskan, perusahaan merangkul masyarakat sekitar untuk melakukan praktek budidaya tanpa membakar lahan.

Menurutnya, pelaksanaan program Desa Makmur Peduli Api telah melalui berbagai tahapan. Telah dilakukan studi pada awal kegiatan untuk melihat alasan utama dari praktek budidaya dengan membakar lahan. Berdasarkan studi tersebut, ditemukan bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat,adalah sulitnya kehidupan ekonomi. . Sebab itu, pemberdayaan masyarakat melalui penerapan praktek budidaya berkelanjutan, bisa dilakukan, melalui budidaya organik yang ramah lingkungan.

Kolaborasi multi pihak dilakukan Sinar Mas Agribusiness and Food di Kalimantan Barat, seperti, kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat sekitarnya.  Perusahaan merangkul masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam menjaga lingkungan alam sekitarnya dengan tidak menebang pohon-pohon di hutan, dan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka perkebunan.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga mengajak partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan yang sudah mereka miliki secara organik. Hasil yang didapat dari kebun organik nantinya dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri, seperti yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Barat.

Artikel ini telah terbit pada Majalah InfoSAWIT EdisiJuni 2018

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait