PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono

16 Mei 2019 - 08:18:39 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 55

Triwulan I-2019, Ekspor Minyak Sawit Naik 16%

16 May 2019 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Awal tahun industri sawit digoyang oleh Uni Eropa dengan kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) yang akan menerapkan kebijakan penghapusan penggunaan biodiesel berbasis sawit karena minyak sawit digolongkan sebagai beresiko tinggi terhadap deforestasi (ILUC – Indirect Land Used Change) sedangkan minyak nabati lain digolongkan beresiko rendah.

Di dalam negeri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terus menekan industri untuk keterbukaan informasi HGU. Dari pasar, industri dibayangi kekhawatiran harga CPO global yang trendnya terus menurun. Meskipun dalam kekalutan, industri ini terus berperan dalam menambal neraca perdagangan Indonesia yang minus dengan kinerja ekspornya.

Dalam laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), pada triwulan pertama 2019, kinerja ekspor minyak sawit secara keseluruhan (Biodiesel, Oleokimia, CPO dan produk turunannya) meningkat sekitar 16% atau menjadi sekitar 9,1 juta ton, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 7,84 juta ton.

“Dengan kinerja ini, artinya ekspor minyak sawit Indonesia masih tetap tumbuh meskipun masih di bawah harapan,” tutur Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, pada acara Buka Bersama GAPKI, Rabu (15/5/2019) di Jakarta, yang dihadiri InfoSAWIT.

Sementara untuk periode Maret 2019 kinerja ekspor minyak sawit secara keseluruhan (Biodiesel, Oleochemical, CPO dan produk turunannya) terdapat peningkatan 3% dibandingkan bulan sebelumnya atau dari 2,88 juta ton meningkat menjadi 2,96 juta. Sementara ekspor khusus CPO dan produk turunannya hanya meningkat sangat tipis yaitu 2,77 juta ton di Februari sedikit terkerek menjadi 2,78 juta ton di Maret.

“Sentimen RED II Uni Eropa, setidaknya telah ikut menggerus kinerja ekspor Indonesia, selain itu lesunya perekonomian di negara tujuan utama ekspor khususnya India berdampak sangat signifikan pada permintaan minyak sawit negara Bollywood ini,” kata Joko. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com