PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Kepala Program Petani Kelapa Sawit RSPO, Ashwin Selvaraj/Foto Doc. RSPO

27 February 2020 - 09:42:42 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 226

Perkokoh Kapasitas Petani Sawit Lewat Smallholder Trainer Academy

27 February 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, BANGKOK - Selain menerbitkan standar baru bagi petani sawit swadaya, pada gelaran 17th Annual Roundtable Conference on Sustainable Palm Oil (RT17) juga tercatat ada peluncuran inisiatif baru, Akademi Pelatihan Petani RSPO (Smallholder Trainer Academy /STA) yang bertujuan untuk secara signifikan meningkatkan sumber daya yang tersedia untuk petani swadaya secara global.

Dengan mengadopsi pendekatan “Training of  Trainer/ToT”, RSPO berharap dapat menjangkau petani kelapa sawit skala kecil dalam jumlah yang lebih besar melalui pelatihan praktik pertanian terbaik.

Dikatakan Kepala Program Petani Kelapa Sawit RSPO, Ashwin Selvaraj, upaya peningkatan pelibatan petani dalam praktik kelapa sawit berkelanjutan sangat penting, terlebih petani memiliki sumbangsih cukup besar pada produksi minyak sawit global. “Kami akan berikan kesempatan dengan membuka akses pendampingan dan pelatihan,” katanya pada acara 17th Annual Roundtable Conference on Sustainable Palm Oil (RT17), yang dihadiri InfoSAWIT di Bangkok.

Dengan adanya ToT di Akademi Petani Kelapa Sawit ini memberikan peluang kepada petani untuk bisa mengakses materi untuk masa depan mereka dengan modal kemitraan. “Kami pelu menyediakan kesempatan untuk mengubah masa depan petani,” katanya.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung petani menuju minyak sawit berkelanjutan, dimana targetnya adalah pelatih dari daerah yang kemudian akan dibekali dengan teknik melatih petani di level kelompok dan individual, serta akses penuh atas kurikulum dan platform yang akan disediakan dalam Smallholders Academy.

“Biasanya untuk proses pembelajaran ini petani akan memperoleh praktik budidaya yang baik dan benar sesuai Good Agricultural Practices (GAP), termasuk upaya perlindungan lingkungan, dan mulai menata untuk membentuk sebuah kelompok atau grup petani,” tandas Ashwin. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait