PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Foto: Dokumen

01 Agustus 2019 - 08:28:22 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 182

Kontribusi Sawit Tak Bisa Dikesampingkan

01 August 2019 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA – Perkebunan kelapa sawit sebagai industri padat karya, mampu menyerap hingga 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 14,3 juta tenaga kerja tidak langsung, Sementara kebun sawit yang dikelola petani swadaya mampu menyerap 4,6 juta orang.

Selain itu, sejak tahun 2000 sektor kelapa sawit Indonesia membantu 10 juta orang keluar dari garis kemiskinan karena faktor-faktor yang terkait dengan ekspansi kelapa sawit. Setidaknya 1,3 juta orang yang hidup di pedesaan keluar dari garis kemiskinan secara langsung berkat kelapa sawit.

“Daerah-daerah yang dominan kelapa sawitnya memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah dibanding daerah lain. Konteks ini menunjukkan bahwa industri kelapa sawit berkontribusi terhadap pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) 2030. Artinya, kita sejalan dengan dengan program PBB untuk menyejahterakan masyarakat,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara seminar di Jakarta, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (31/7/2019).

Kemudian dari sisi produktivitas, kelapa sawit mampu memproduksi 6-10 kali dibandingkan minyak nabati lainnya. Sebagai perbandingan, Soybean memiliki produktivitas 0,4 ton/ha, Sunflower 0,6 ton/ha, Rapseed Oil 0,7 ton/ha, sementara Kelapa Sawit 4 ton/ha.

Selain itu dibandingkan komoditas perkebunan lainnya, Menko Darmin menganggap kelapa sawit memiliki keunggulan, mengingat sebagian besar dikelola perusahaan besar, maka perkebunan sawit didukung sektor Research and Development (R&D) yang memadai.

“Ini bukan mengenai baik dan benar. Ini masalah keunikan bahwa R&D itu tidak berjalan di komoditas lain seperti karet dan kelapa yang didominasi oleh perkebunan rakyat,” papar Darmin Nasution.

Devisa yang kita peroleh dari ekspor kelapa sawit dan turunannya pun sudah ada pada angka US$ 20 Miliar. “Jadi itulah situasinya. Kelapa sawit ini bukan main-main,” tandas Darmin. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait