PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Bangun Kemitraan Perusahaan dengan Petani Kelapa sawit.

15 Desember 2020 - 09:22:13 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 555

Untuk Hasil Maksimal, Bangun Kemitraan Perusahaan dengan Petani Kelapa sawit.

14 December 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Salah satu upaya membangun kesejahteraan masyarakat luas, dilakukan perusahaan perkebunan kelapa sawit melalui kemitraan bersama petani kelapa sawit. Lantaran, berbekal kemitraan itulah, maka keterlibatan masyarakat luas akan dapat terwujud. Terlebih, peran aktif dari pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung keberadaan perkebunan kelapa sawit, senantiasa menyejahterakan masyarakat luas.

Sebab itu, dukungan infrastruktur, regulasi dan keberpihakan pemerintah terhadap petani dan perusahaan perkebunan kelapa sawit, harus dilakukan demi kesejahteraan masyarakat luas. Sehingga, kemitraan perusahaan dengan petani kelapa sawit juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah, guna memajukan kesejahteraan masyarakat luas sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 940/kpts/OT.210/10/97 tentang Pedoman kemitraan Usaha Pertanian dan Peraturan menteri pertanian Nomor 26/permentan/OT.140/2/2007 yang di perbaharui lewat Permentan No. 98/PERMENTAN/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, pada pasal 15 beleid tersebut mencatat, Perusahaan Perkebunan yang mengajukan IUP-B atau IUP dengan luas 250 (dua ratus lima puluh) hektar atau lebih, berkewajiban memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dengan luasan paling kurang 20% (dua puluh per seratus) dari luas areal IUP-B atau IUP.

Secara umum, kemitraan usaha yang demikian harus dilakukan secara tertulis dalam bentuk perjanjian yang berisikan hak dan kewajiban, pembinaan dan pengembangan usaha, pendanaan, jangka waktu dan penyelesaian perselisihan, yang disepakati kedua belah pihak.

Membangun minyak sawit berkelanjutan, tidak akan mampu bila dikerjakan sendiri-sendiri, melainkan semua kekuatan harus mau untuk berkolaborasi bersama. Jika keberlanjutan berlandaskan pro people, pro planet dan pro profit (pro manusia, bumi dan keuntungan/3P), maka keberlanjutan harus mendapat dukungan dari semua pihak untuk berkolaborasi bersama, disinilah gunanya partnership (kemitraan), yaitu mewujudkan minyak sawit yang berkeadilan bagi semua, termasuk sosial dan lingkungan.

Dukungan juga diberikan Pemerintah Indonesia untuk membangun minyak sawit berkelanjutan seperti Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa sawit Berkelanjutan Indonesia. (Penulis: Ignatius Ery Kurniawan/Sekretaris Eksekutif APOLIN Periode 2003-2010/Sekretaris III DMSI periode 2009/Pimred InfoSAWIT)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait