PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Foto : Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit

07 September 2020 - 08:24:01 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 483

PTPN III Komitmen Menerapkan Sistem Manajemen Anti Suap

07 September 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berkomitmen secara konsisten untuk menjadi Perusahaan Agribisnis Nasional yang berdaya saing serta berkontribusi secara berkesinambungan bagi kemajuan bangsa.

Dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan terintegrasi dengan Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan, Pengelolaan Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kebijakan minyak sawit berkelanjutan (Indonesian Sustainable Palm Oil - ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), Good Corporate Governance (GCG) dan Persyaratan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU).  Penerapan sertifikasi ISO 37001 ini memberikan manfaat  bagi bisnis Perseroan serta memenuhi tuntutan stakeholders yakni terwujudnya Kepatuhan Hukum Perusahaan dan terbangunnya kesinambungan bisnis.

Perusahaan mempunyai tanggung jawab secara proaktif untuk berkontribusi melawan penyuapan dan korupsi. Hal ini dapat dicapai melalui sistem manajemen anti penyuapan ISO 37001, dan melalui komitmen kepemimpinan untuk menetapkan budaya kejujuran, transparansi, keterbukaan dan kepatuhan. Sifat dari budaya organisasi adalah hal yang kritis terhadap kesuksesan atau kegagalan sistem manajemen anti penyuapan.

Pembangunan budaya anti suap dan korupsi di Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melibatkan berbagai unsur, yaitu adanya komitmen direksi dan dewan komisaris mengenai kepatuhan hukum dan etis, kejujuran dan integritas dalam setiap langkah dan aksi perusahaan, adanya standar yang dituangkan secara jelas terstruktur ke dalam kebijakan dan prosedur yang relevan dan kontekstual, adanya pengendalian internal yang diimplementasikan, adanya komunikasi secara internal dan eksternal yang menguatkan komitmen dan keterlibatan manajemen puncak, karyawan dan stakeholder, adanya pemantauan terus-menerus, termasuk audit kepatuhan secara reguler dengan aksi korektif yang memadai, serta adanya pelatihan kepatuhan yang rutin bagi karyawan dan pihak ketiga yang terkait agar tercipta pengetahuan dan kompetensi yang memadai bagi mereka untuk melaksanakan kebijakan dan prosedur kepatuhan.

PTPN III kini mempunyai kebijakan kepatuhan yang didukung sistem manajemen terintegrasi untuk membantu pemenuhan kepatuhan hukum dan komitmen terhadap integritas. Kebijakan anti penyuapan yang terintegrasi merupakan komponen dari kebijakan kepatuhan secara keseluruhan. Kebijakan anti penyuapan dan sistem manajemen pendukung yang telah dibangun PTPN III akan membantu perusahaan untuk menghindari atau mengurangi biaya, risiko dan kerugian yang disebabkan penyuapan, mempromosikan kepercayaan dan keyakinan dalam penanganan bisnis, dan meningkatkan reputasi perusahaan.

Sertifikasi ISO 37001 merupakan bagian dari pembangunan sistem sehingga perusahaan yang memenuhi persyaratan sistem dapat tersertifikasi dan mencegah penyuapan serta meningkatkan kinerja perusahaan. Perusahaan harus dikelola dengan ‘akhlak’ serta ‘profesionalisme’ guna menjaga keberlangsungan dan terciptanya perusahaan yang bersih sebagaimana arahan Menteri BUMN.

“Tentu saja kesesuaian dengan standar ISO 37001 ini tidak menjamin penyuapan tidak akan terjadi karena risiko penyuapan tidak mungkin dihilangkan secara total. Namun dengan peraihan Sertifikat SMAP ISO 37001 yang dibantu oleh pihak konsultan bisnis dan manajemen yaitu PT Aurora Bisnis Internasional serta disertifikasi oleh PT Tuv Nord Indonesia, dapat membantu perusahaan menerapkan rancangan yang wajar dan proporsional untuk mencegah, mendeteksi, dan menanggapi penyuapan,” catat pihak perusahaan, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait