PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Pengangkutan Buah Sawit

08 Desember 2020 - 10:07:48 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 381

Merujuk Penelitian, Kebijakan Pungutan Sawit Bisa Mendistorsi Harga TBS Sawit

08 December 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA – Penetapan pungutan sawit yang baru saja dilakukan pemerintah dianggap bakal kembali menurunkan harga tandan buah segar (TBS) sawit milik petani, lantaran penetapan kebijakan pungutan tersebut berpotensi menggerus harga CPO, yang sejatnya menjadi rujukan penetapan harga TBS Sawit petani.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Sunggu Situmorang, pada Magister Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), berfokus pada implikasi kebijakan pungutan sawit terhadap harga TBS Sawit mencatat, melalui analisa regresi linier berganda cara demikian dilakukan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, apakah masing – masing variabel independen berhubungan positif atau negatif

Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh pungutan sawit (baik bea keluar maupun CPO Supporting Fund) berpengaruh negatif terhadap harga TBS, dimana setiap kenaikan pungutan sawit sebesar Rp 1/kg, maka harga TBS akan turun sebesar Rp 0.066/kg. Hal ini menunjukkan bahwa pungutan sawit mengakibatkan harga TBS di tingkat petani menurun, dan mengakibatkan kerugian bagi petani.

Penelitian ini juga mendukung hipotesa bahwa pungutan CPO yang diberlakukan berdampak negatif bagi petani. Hal ini terlihat dari koefisien peubah (variabel) pungutan yang memiliki tanda negatif dan signifikan.

Berdasarkan data rentang waktu penelitian, dampak pungutan ekspor CPO dapat dibagi dalam 3 bagian, yakni (a) Bea Keluar pada periode Januari 2011 s/d Desember 2014); Bea keluar berpengaruh negatif terhadap harga TBS, dimana setiap kenaikan pungutan sawit sebesar Rp.1/kg, maka harga TBS turun sebesar Rp. 0,018/kg dan (b) pemberlakuan pungutan CPO Fund pada periode Juli 2015 - Juni 2016 berpengaruh positif terhadap harga TBS. Dimana setiap kenaikan CSF sebesar Rp.1/kg, maka harga TBS akan naik sebesar Rp. 0,820/kg.

"Namun tidak signifikan karena t hitung <t tabel. Lantas (c) periode September 2014 s/d Juni 2105 dimana bea keluar dan CSF adalah 0,” demikian catat penelitian tersebut yang diperoleh InfoSAWIT. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait